Jakarta – Sri Mulyani Indrawati resmi lengser dari jabatan Menteri Keuangan (Menkeu) pada Selasa, 9 September 2025. Ia melakukan serah terima jabatan dengan penggantinya, Purbaya Yudhi Sadewa, yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Dalam pidato perpisahannya di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Sri Mulyani berpamitan dan meminta masyarakat untuk menghormati privasinya sebagai warga negara biasa setelah tidak lagi menjabat menteri. “Saya pamit undur diri pagi hari ini. Dan mohon mulai saat ini untuk kami dihormati ruang privasi kami, atau ruang pribadi saya sebagai warga negara biasa,” ucapnya.
Didampingi suaminya, Tonny Sumartono, Sri Mulyani menutup pidatonya dengan pesan penyemangat. “Salam sukses untuk semuanya yang hadir, dan jangan pernah lelah, mencintai Indonesia,” katanya.
Kabar pengunduran diri Sri Mulyani sebelumnya sempat menguat setelah serangkaian aksi unjuk rasa pada akhir Agustus dan awal September 2025. Unjuk rasa tersebut berujung pada insiden penjarahan di kediaman pribadinya di Bintaro, Tangerang, pada Ahad dini hari, 31 Agustus 2025.
Ia sempat mengenang insiden tersebut melalui media sosialnya, menulis tentang sejumlah barang yang hilang, termasuk lukisan karyanya sendiri. “Laki-laki berjaket merah memakai helm hitam tampak memanggul lukisan cat minyak bunga di atas kanvas ukuran cukup besar. Dia membawa jarahannya dengan tenang, percaya diri keluar dari rumah pribadi saya yang menjadi target operasi jarahan hari minggu akhir Agustus 2025 dini hari,” tulis akun Instagram @smindrawati pada Rabu, 3 September 2025.
Sri Mulyani memiliki rekam jejak panjang sebagai Menteri Keuangan di berbagai era pemerintahan. Ia pernah menjabat Menkeu di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sejak Desember 2005, sebelum menjadi Direktur Pelaksana Bank Dunia pada 1 Juni 2010. Ia kembali dilantik sebagai Menkeu oleh Presiden Joko Widodo dalam kabinet kerja pada Juli 2016, dan terpilih lagi untuk periode kedua pada Oktober 2019. Jabatan di kabinet Merah Putih di bawah Presiden Prabowo, yang dimulai pada 21 Oktober 2024, merupakan kali keempatnya ia menjabat sebagai Menteri Keuangan di kabinet yang berbeda.







