BeritaPeristiwaTechno

Seaglider Asing Ditemukan di Laut RI, Apa Fungsinya?

197
×

Seaglider Asing Ditemukan di Laut RI, Apa Fungsinya?

Sebarkan artikel ini
seaglider
Nelayan temukan drone bawah laut di laut Sulawesi Selatan (Foto: Twitter.com)

FENESIA – Sebuah seaglider ditemukan di perairan Selayar, Sulawesi Selatan oleh seorang nelayan yang sedang memancing pada 26 Desember 2020.

Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI, Yudo Margono mengatakan, seaglider merupakan salah satu peralatan di bidang kelautan yang dapat digunakan di industri pertahanan dan militer.

Yudo menjelaskan, salah satu kegunaan peralatan ini di bidang militer yakni sebagai pembuka jalan kapal selam di wilayah laut dalam. Alat yang ditemukan di perairan Selayar, Sulawesi Selatan ini juga memiliki fungsi yag sama.

Dalam konferensi pers di Markas Pusat Hidrografi dan Oseanografi (Pushidrosal) TNI AL, Ancol, Jakarta Utara, Senin (4/1) Yudo mengatakan, “Kalau dipakai pertahanan, mungkin bisa digunakan data kedalaman ataupun layer lautan tadi, supaya kapal selam tidak dideteksi.”

Yudo memaparkan seaglider bekerja sepenuhnya di bawah laut. Alat ini akan menyelam untuk mencari data, pemetaan jalan, dan berbagai informasi berkaitan dengan oseanografi yang dibutuhkan oleh pengguna atau operator alat tersebut.

Setelah data terkumpul, seaglider akan mengirim dengan cara naik beberapa saat ke permukaan untuk memancarkan sinyal yang bisa ditangkap satelit pendeteksi. Meski begitu menurut Yudo, data yang didapat alat ini juga tak begitu rahasia, lantaran semua data bisa diakses di situs web yang disediakan berkaitan dengan alat ini.

Tapi, Yudo tak memberitahukan dengan jelas laman situs web yang bisa diakses untuk mengetahui hasil tangkapan data dari alat-alat yang disebut banyak menyelam di perairan lepas.

Lebih lanjut, Yudo juga merinci jika memang alat ini digunakan untuk mencari jalan kapal selam, alat ini akan menyelam ke wilayah perairan pekat, karena kondisi laut yang pekat dapat menghindarkan pergerakan kapal selam agar tidak terdeteksi sonar.

Maka dari itu, secara logika dan hitung-hitunganan kapal selam dapat bergerak bebas tanpa takut terdeteksi siapa pun.

“Dicari kedalaman dan layer-nya yang pekat atau tidak. Kalau pekat, biasanya kapal selam tersebut tidak dideteksi oleh sonar kapal laut. Mereka bisa bertahan melalui rute-rute yang dia lihat di data tersebut (bahwa) kedalaman air lautnya sangat pekat,” ungkap Yudo.’