Berita

Rahmat Saleh Tekan Impor Bawang Putih Lewat Bibit Unggul

18
×

Rahmat Saleh Tekan Impor Bawang Putih Lewat Bibit Unggul

Sebarkan artikel ini

Malang – Ketergantungan impor bawang putih yang masih mencapai 90 persen terus ditekan melalui penguatan sektor hulu dan penyediaan bibit unggul secara nasional. Anggota Komisi IV DPR RI Rahmat Saleh menegaskan, kunci utama mewujudkan swasembada bawang putih pada 2029 berada di sektor hulu, terutama pada bibit.

Pernyataan itu disampaikan Rahmat saat memimpin rapat kunjungan kerja di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Selasa (21/4/2026). Berdasarkan data 2025, produksi bawang putih hanya mencapai 356.442,92 kuintal atau sekitar 356.000 ton, jauh di bawah kebutuhan nasional dan volume impor.

Rahmat mengatakan, tingkat kemandirian Indonesia saat ini baru sekitar 10 persen.

“Sekarang kita masih impor 90%, baru 10% kita mandiri. Kita berharap tahun 2029, sesuai arahan Presiden Prabowo, kita bisa swasembada bawang putih. Salah satu titik pentingnya ada di sektor hulu, yaitu bibit,” kata Rahmat Saleh.

Ia menjelaskan, kemampuan petani lokal baru menghasilkan sekitar 4.000 ton per tahun, sedangkan kebutuhan nasional mencapai 700.000 ton per tahun. Kondisi itu, kata dia, menuntut percepatan penyediaan dan penyaluran bibit berkualitas oleh Kementerian Pertanian agar produksi dalam negeri meningkat.

Dalam pertemuan dengan kelompok tani, sejumlah persoalan juga mengemuka, mulai dari ketersediaan pupuk, keterbatasan alat pertanian, hingga harga panen. Rahmat turut menyoroti realisasi subsidi lahan yang masih sangat minim dibandingkan target pemerintah.

“Dari target pengembangan lahan seluas 100.000 hektar secara nasional, baru sekitar 2.500 hektar yang bisa kita subsidi bibitnya,” ujarnya.

Rahmat berharap Kabupaten Malang dapat menjadi daerah penyangga utama suplai bibit nasional. Ia bersama pemerintah berkomitmen menjalankan strategi ekstensifikasi dan intensifikasi lahan melalui pemberian stimulan kepada petani.

“Kami berkomitmen untuk melakukan ekstensifikasi dan intensifikasi lahan serta pemberian stimulan bibit untuk memastikan target swasembada 2029 tercapai,” tuturnya.