Jakarta – Serangan Amerika Serikat terhadap Venezuela menuai sorotan. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai, insiden yang disebut melibatkan penculikan Presiden Nicolas Maduro tersebut, mengindikasikan adanya kejanggalan dalam penerapan hukum internasional.
Penilaian itu disampaikan Purbaya usai menghadiri rapat bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (6/1/2026). Kedatangannya dimanfaatkan wartawan untuk meminta tanggapan terkait serangan AS ke negara Amerika Latin tersebut.
“Hukum dunia agak aneh sekarang,” ujar Purbaya singkat.
Menurutnya, serangan AS terhadap Venezuela menunjukkan bahwa sebuah negara dapat menyerang negara berdaulat lain, dan terkesan lolos dari pengawasan PBB. Kondisi ini, lanjutnya, menjadi pertanda melemahnya mekanisme PBB. “Jadi PBB-nya melemah sekarang,” imbuhnya.
Meski demikian, Purbaya meyakini dampak serangan tersebut akan terbatas. Pasalnya, Venezuela sudah lama tidak terlalu aktif di pasar minyak dunia akibat kapasitas produksi yang terbatas.
Ia pun memprediksi Indonesia tidak akan terdampak signifikan. Harga minyak dan pasar modal, menurutnya, masih stabil pasca-serangan. Walau begitu, Purbaya menekankan pentingnya menjaga kekuatan Indonesia dalam menghadapi dinamika global saat ini.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah menteri bidang ekonomi ke Istana Kepresidenan. Selain Purbaya, hadir pula Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, dan Menteri Investasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani.
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menambahkan, isu serangan ke Venezuela, negara dengan cadangan minyak terbesar di dunia, turut dibahas dalam pertemuan tersebut. “Itu masih dimonitor karena yang utama kan berpengaruh terhadap harga minyak,” kata Airlangga.
Airlangga menyebut, hingga saat ini, dampak serangan tersebut belum memengaruhi harga minyak di Indonesia, yang masih relatif stabil dalam satu-dua hari terakhir. Ia juga menyampaikan, serangan ini berpotensi mengubah perjanjian kerja sama antara pihak-pihak di Indonesia dan Venezuela, mengingat adanya perubahan pemerintahan di negara tersebut. “Tentunya ada perubahan, dengan perubahan yang terjadi kemarin itu karena pemerintahannya kan berganti,” pungkasnya.







