Jakarta – Pemerintah pusat bergerak cepat memulihkan fasilitas kesehatan yang porak-poranda akibat banjir bandang dan longsor di tiga provinsi Sumatera. Prioritas utama adalah mengaktifkan kembali puluhan rumah sakit dan ratusan puskesmas yang lumpuh.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan, pengoperasian kembali 41 rumah sakit dan 343 puskesmas menjadi kunci utama penanganan pasca bencana.
“Langkah pertama yang paling penting adalah segera mengoperasikan 41 rumah sakit dan 343 puskesmas di 3 provinsi ini,” ujar Menkes Budi melalui keterangan resmi, Kamis (12/12/2025).
Data Kementerian Kesehatan menunjukkan, mayoritas puskesmas yang belum berfungsi berada di Aceh, mencapai 39 unit.
Aceh Utara menjadi wilayah dengan jumlah puskesmas terbanyak yang terhenti operasionalnya, yakni 15 unit, disusul Aceh Tamiang dengan 12 unit.
Sumatera Utara mencatat empat puskesmas yang belum beroperasi, sementara Sumatera Barat telah berhasil mengaktifkan seluruh puskesmas.
Bencana banjir bandang dan longsor yang terjadi pada 25 November 2025 lalu telah merenggut nyawa hampir seribu orang dan menyebabkan ratusan lainnya hilang.
Jumlah pengungsi akibat bencana ini mencapai satu juta jiwa, dengan beberapa daerah masih terisolasi.
“Total pengungsi dari bencana ini hampir mencapai satu juta jiwa,” ungkap Menkes Budi.
“Korban luka ringan dan luka berat mencapai hampir 9 ribu orang. Ini adalah bencana kemanusiaan yang sangat besar,” imbuhnya.
Kementerian Kesehatan juga berupaya memastikan ketersediaan listrik, oksigen, serta pembersihan rumah sakit dan puskesmas dari lumpur.
Perbaikan alat-alat kesehatan yang rusak menjadi fokus utama.
Bantuan logistik, obat-obatan, dan tenaga medis terus dipastikan ketersediaannya.
Pusat Krisis Kesehatan mencatat, dibutuhkan sekitar 709 relawan tenaga kesehatan untuk mendukung operasional RSUD dan 845 relawan untuk puskesmas di enam kabupaten/kota terdampak.
BNPB melaporkan, hingga 11 Desember 2025, jumlah korban jiwa mencapai 990 orang, dengan rincian 407 di Aceh, 343 di Sumatera Utara, dan 240 di Sumatera Barat.
Sebanyak 225 orang masih dinyatakan hilang.
Total bantuan yang telah masuk mencapai 498 ton, dengan 351,4 ton telah didistribusikan kepada para korban.
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya telah meninjau langsung lokasi bencana dan memimpin rapat koordinasi penanganan bencana di tiga provinsi tersebut.







