Jakarta – PTPN I akan mengubah struktur bisnisnya secara radikal setelah konsolidasi selama dua tahun.
Tujuannya adalah menjadi perusahaan agribisnis yang tangguh, modern, dan berkelanjutan.
Direktur Utama PTPN I, Teddy Yunirman Danas, menyampaikan bahwa perubahan ini bersifat fundamental.
PTPN I akan lebih agresif dalam produksi, dengan visi menjadi perusahaan agribisnis bernilai tambah tinggi.
Fokus utama hingga 2029 adalah pemulihan kinerja inti melalui strategi terintegrasi, termasuk pembenahan struktur keuangan.
“Tujuan utama kami sangat jelas! Yakni, memulihkan kinerja, memperkuat struktur finansial, dan menciptakan pertumbuhan yang benar-benar berkelanjutan,” tegas Teddy.
Langkah awal transformasi adalah Capital Optimization.
Beban keuangan masa lalu akan diselesaikan melalui skema asset settlement pada komoditas sawit dan tebu.
Aset PTPN I akan dikelola dengan skema KSO bersama Palm Co (PTPN IV) dan Sugar Co (PT Sinergi Gula Nusantara).
Skema ini akan diperbarui agar lebih menguntungkan kedua belah pihak.
Debt reprofiling dan penyederhanaan struktur pembiayaan juga akan dilakukan.
Tujuannya adalah menyelaraskan tenor pinjaman dengan arus kas perusahaan.
Efisiensi biaya bunga tahunan akan memberikan ruang fiskal untuk inovasi dan likuiditas.
Ini dilakukan melalui asset disposal yang selektif.
“Dengan neraca yang lebih sehat, kami memiliki pondasi yang kokoh untuk meningkatkan daya saing,” jelas Teddy.
Kesehatan finansial ini akan menjadi motor penggerak produktivitas komoditas inti seperti karet, teh, dan kopi.







