Berita

PT KAI Mediasi Kasus Tumbler, Argi Kembali Bekerja.

50
×

PT KAI Mediasi Kasus Tumbler, Argi Kembali Bekerja.

Sebarkan artikel ini
7860d1f125a84731a9cc17240954223d.jpg
7860d1f125a84731a9cc17240954223d.jpg

Jakarta – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengumumkan tercapainya kesepahaman bersama dalam proses mediasi antara petugas Passenger Service Stasiun Rangkasbitung dan pengguna Commuter Line. Mediasi yang digelar di kantor KAI Wisata, Stasiun Gondangdia, Jakarta, pada Kamis malam, 27 November 2025, bertujuan meluruskan persepsi publik terkait kasus barang tertinggal dan isu pemecatan petugas.

Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menegaskan bahwa perseroan menjunjung tinggi profesionalitas dalam layanan dan memastikan seluruh pegawai mendapatkan dukungan penuh saat bertugas. Ia memastikan bahwa Argi, petugas yang terlibat dalam kasus ini, tetap menjadi karyawan KAI Group dan bagian dari garda terdepan pelayanan.

“Setiap Insan KAI berkomitmen melayani pelanggan dengan dedikasi tinggi. Pada saat yang sama, perusahaan berkewajiban melindungi dan memberikan dukungan kepada seluruh pekerja. Argi tetap menjadi karyawan KAI Group dan bagian dari garda terdepan pelayanan. Terus semangat bertugas dan memberikan layanan terbaik,” kata Bobby.

Dalam pernyataan terpisah, Vice President Corporate Communications KAI, Anne Purba, menambahkan bahwa penyelesaian melalui pendekatan kekeluargaan ini merupakan wujud keterbukaan KAI Group terhadap masukan pelanggan. Ia menepis isu pemecatan terhadap petugas yang sebelumnya ramai beredar di media sosial.

“KAI memastikan seluruh proses pelayanan berjalan sesuai ketentuan. Kami juga menegaskan bahwa tidak ada pemecatan terhadap petugas terkait sebagaimana isu yang muncul sebelumnya,” tutur Anne.

Anne juga menyampaikan bahwa KAI Group, melalui KAI Commuter dan KAI Wisata, akan melakukan evaluasi menyeluruh guna memperkuat koordinasi layanan. Hal ini termasuk prosedur pengelolaan barang tertinggal (lost and found).

“Kami terus meningkatkan integritas dan kesiapsiagaan pekerja, baik di stasiun maupun selama perjalanan, agar layanan semakin responsif dan terpercaya,” ujarnya.

KAI mengimbau seluruh pelanggan untuk selalu mengawasi barang bawaannya, baik di area stasiun maupun selama menggunakan layanan kereta api, Commuter Line, maupun layanan KAI Group lainnya.

Sebelumnya, persoalan ini bermula ketika penumpang KAI Commuter bernama Anita meninggalkan tas berisi tumbler Tuku di kereta Commuter Line rute Tanah Abang–Rangkasbitung. Setelah menyadari barangnya tertinggal, ia melapor ke petugas di Stasiun Rawa Buntu.

Tas tersebut berhasil ditemukan di gerbong khusus wanita. Petugas juga sempat mengirim foto kondisi tas beserta isinya, termasuk tumbler Tuku yang dipersoalkan. Sesuai prosedur, tas itu kemudian harus diambil di Stasiun Rangkasbitung pada hari berikutnya.

Namun, setelah barang diserahkan, Anita mengaku tumbler Tuku berwarna biru miliknya hilang. Ia kemudian menuliskan keluhannya melalui akun Threads @anitadwdl pada 25 November 2025. Unggahan tersebut menjadi viral, terlebih karena muncul kabar bahwa petugas yang terlibat dalam kasus ini dipecat dari pekerjaannya.