Jakarta – Presiden Prabowo Subianto mencabut izin 28 perusahaan yang terbukti melanggar keselamatan ekologis. Keputusan ini diambil usai rapat terbatas yang dipimpinnya dari London, Inggris.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyampaikan hal tersebut dalam konferensi pers.
Tindakan tegas ini diberikan kepada perusahaan yang merusak alam Indonesia.
Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) telah melakukan audit terhadap perusahaan di tiga provinsi Sumatera: Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Audit dipercepat pasca bencana alam hidrometeorologi.
“Satgas PKH mempercepat proses audit di 3 provinsi tersebut,” kata Prasetyo Hadi di Kantor Presiden, Jakarta Pusat, Selasa (20/1/2026).
Hasil investigasi dilaporkan kepada Presiden Prabowo melalui rapat terbatas hybrid. Saat itu, Presiden sedang kunjungan bilateral di Inggris.
“Pada hari Senin 19 Januari 2026 kemarin, dari London Inggris melalui Zoom Meeting, Bapak Presiden memimpin rapat terbatas bersama kementerian-kementerian dan lembaga serta Satgas PKH,” jelasnya.
Dari laporan tersebut, Presiden Prabowo mendapati 28 perusahaan terindikasi kuat melakukan pelanggaran hukum terhadap keselamatan ekologis.
28 perusahaan tersebut terdiri dari 22 perusahaan pemanfaatan hutan (PBPH) seluas 1.010.592 hektare.
Serta 6 perusahaan di bidang tambang, perkebunan, dan perizinan pemanfaatan hasil hutan kayu (PBPHHK).
Berikut daftar 28 perusahaan yang dicabut izinnya:
- PT. Aceh Nusa Indrapuri
- PT. Rimba Timur Sentosa
- PT. Rimba Wawasan Permai
- PT. Minas Pagai Lumber
- PT. Biomass Andalan Energi
- PT. Bukit Raya Mudisa
- PT. Dhara Silva Lestari
- PT. Sukses Jaya Wood
- PT. Salaki Summa Sejahtera
- PT. Anugerah Rimba Makmur
- PT. Barumun Raya Padang Langkat
- PT. Gunung Raya Utama Timber
- PT. Hutan Barumun Perkasa
- PT. Multi Sibolga Timber
- PT. Panei Lika Sejahtera
- PT. Putra Lika Perkasa
- PT. Sinar Belantara Indah
- PT. Sumatera Riang Lestari
- PT. Sumatera Sylva Lestari
- PT. Tanaman Industri Lestari Simalungun
- PT. Teluk Nauli
- PT. Toba Pulp Lestari Tbk
- PT. Ika Bina Agro Wisesa
- CV. Rimba Jaya
- PT. Agincourt Resources
- PT. North Sumatra Hydro Energy
- PT. Perkebunan Pelalu Raya
- PT. Inang Sari
Dalam keterangan pers, hadir pula sejumlah pejabat tinggi negara.
Di antaranya Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri ATR/Kepala BPN Nusron Wahid, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dan Jaksa Agung ST Burhanudin.






