Berita

Polisi Selidiki Teror Bom Molotov di Rumah DJ Donny

98
×

Polisi Selidiki Teror Bom Molotov di Rumah DJ Donny

Sebarkan artikel ini
1ada56625c5eea1c675b87abff7b2cef.jpg
1ada56625c5eea1c675b87abff7b2cef.jpg

Jakarta – Serangan teror menyasar kediaman *influencer* Ramond Dony Adam alias DJ Donny. Polisi kini tengah melakukan penyelidikan intensif terkait dugaan pelemparan bom molotov dan pengiriman paket berisi bangkai ayam yang dialami DJ Donny.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menyatakan laporan telah diterima dan pihaknya akan melakukan penyelidikan mendalam serta meminta keterangan dari para saksi. Pernyataan ini disampaikan pada Kamis (1/1/2026).

DJ Donny melaporkan kejadian ini ke Polda Metro Jaya pada Rabu (31/12/2025). Tim INAFIS Polda Metro Jaya langsung bergerak cepat mendatangi kediaman Donny di Jakarta Timur untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Menurut pantauan, lima anggota Tim INAFIS tiba di lokasi sekitar pukul 14.45 WIB dengan menggunakan dua mobil. Mereka terlihat berdiskusi dengan DJ Donny sebelum meninggalkan lokasi sekitar satu jam kemudian dengan membawa satu kantong barang bukti.

Donny mengungkapkan, tim penyelidik kembali mendatangi rumahnya pada Rabu malam dan melakukan pemeriksaan sejak pukul 19.00 WIB hingga tengah malam. “Mereka tahun baruan di sini,” ujarnya.

Dalam olah TKP tersebut, polisi telah meminta keterangan dari sejumlah saksi, termasuk istri Donny, asisten rumah tangga, dan Donny sendiri.

Barang bukti yang diamankan oleh penyelidik antara lain pecahan kaca dan sumbu bom molotov, serta kertas berisi ancaman yang dikirim bersama bangkai ayam dengan leher terpotong. “Kertas bertuliskan ancaman yang ada di paket bangkai ayam totalnya tiga lembar, dua lembar tulisan, satu lembar foto dan tulisan,” jelas Donny.

Teror bermula saat rumah Donny dilempar bom molotov oleh orang tak dikenal pada Rabu dini hari (31/12/2025). “Semalam sekitar jam 3.00 WIB subuh, di CCTV terekam orang lempar molotov ke rumah saya,” ungkap Donny.

Rekaman CCTV menunjukkan pelaku pelemparan bom molotov berjumlah dua orang dan mengenakan masker. Bom molotov tersebut mengenai kap mobil Donny, namun api berhasil dipadamkan sebelum menimbulkan ledakan besar.

Sebelumnya, Donny juga menerima paket berisi bangkai ayam dengan kepala terpenggal serta pesan bernada ancaman.

Selain bangkai ayam dan surat kaleng, paket tersebut juga berisi foto Donny yang diedit seolah-olah lehernya digorok. “Ada tulisan ancaman. Isinya ‘Kalau kamu masih berbicara, masih apa, jaga ucapanmu di sosial media, kalau masih, masih bla bla bla bla, kamu akan seperti ayam ini’,” kata Donny.

Diduga, rangkaian teror ini berkaitan dengan kritik yang kerap dilontarkan Donny terhadap pemerintah terkait penanganan bencana di Sumatera. Di media sosial, Donny sering menyuarakan ketidakpuasannya atas lambannya penanganan dan pengusutan penyebab bencana tersebut.