Berita

Polisi Selidiki Penyebab Kecelakaan Bus Maut di Probolinggo, Olah TKP.

158
×

Polisi Selidiki Penyebab Kecelakaan Bus Maut di Probolinggo, Olah TKP.

Sebarkan artikel ini
def5356e1682084f9c889d79bcd74818.jpg
def5356e1682084f9c889d79bcd74818.jpg

Probolinggo – Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur tengah menyelidiki penyebab kecelakaan maut bus rombongan karyawan Rumah Sakit Bina Sehat (RSBS) Jember di Jalan Raya Bromo, Kabupaten Probolinggo, Minggu, 14 September 2025. Insiden tragis ini menewaskan delapan penumpang.

Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Jatim, AKBP Septa Firmansyah, menyatakan tim gabungan telah diterjunkan untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Mereka menggunakan teknologi Traffic Accident Analysis (TAA) dan 3D scanner guna mengungkap secara detail peristiwa nahas tersebut.

Polisi akan menelusuri kecepatan, posisi, hingga detik-detik terakhir sebelum bus berhenti. Setidaknya 10 titik akan dianalisis untuk mencari tahu penyebab pasti kecelakaan. Hasil penyelidikan diharapkan dapat diketahui paling lambat tiga hari ke depan, tanpa kendala berarti.

Kecelakaan itu tidak banyak melibatkan kendaraan lain, sehingga hasil olah TKP diperkirakan keluar dalam waktu tiga hari mendatang. Selama proses olah TKP, arus lalu lintas di lokasi kejadian ditutup total.

Kecelakaan bermula saat bus Hino IND’S 88 berpelat nomor P-7221-UG yang membawa 52 penumpang, rombongan keluarga karyawan RSBS Jember, berjalan dari arah barat menuju timur. Bus tersebut dikemudikan oleh Al Bahri dengan kernet Mergi.

Sesampainya di Jalan Raya Bromo, Desa Boto, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo, pada kondisi jalan menurun dan menikung ke kiri, bus mengalami gagal fungsi rem. Akibatnya, laju kendaraan tetap ke kanan, menabrak pembatas jalan di sisi kanan, dan kemudian menabrak sepeda motor bernomor polisi N-2856-OE.

Delapan orang dinyatakan meninggal dunia akibat insiden ini, sementara sisanya mengalami luka berat dan ringan. Para korban dirawat di RSUD Dr. Saleh, RSU Ar-Rozy, RSU Tongas, Puskesmas Sukapura, Lumbang, dan Wonomerto.

Sebanyak 23 unit ambulans diterjunkan untuk mengevakuasi delapan jenazah dan 15 korban luka-luka menuju RSBS di Kabupaten Jember. Namun, dua korban luka masih menjalani perawatan di RSUD dr. Moh. Saleh dan RSUD Tongas karena kondisinya belum stabil.

Dari delapan korban meninggal di lokasi kejadian, tiga di antaranya adalah satu keluarga, yakni karyawan RSBS atas nama Hendra Pratama beserta istri dan anaknya.