Lampung – Politeknik Negeri Lampung (Polinela) menggelar Diskusi Publik Lintas Iman. Acara ini hasil kerja sama dengan GMKI dan KAMMI.
Diskusi mengangkat tema “Merawat Keberagaman dalam Spirit Keimanan dan Pancasila”.
Subtemanya, “Refleksi Pemuda Lintas Iman di Momentum Ramadhan dan Masa Pra-Paskah”.
Presiden Mahasiswa Polinela, Alifia Safitri, menyebut diskusi ini bertujuan memperkuat toleransi, kebangsaan, dan persaudaraan.
“Diskusi ini diharapkan dapat menjadi ruang perjumpaan lintas iman dan lintas kelompok,” ujarnya.
Tujuannya adalah membangun komitmen bersama terhadap kehidupan bermasyarakat yang damai, adil, dan inklusif.
Diskusi menghadirkan sejumlah tokoh penting. Di antaranya Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Provinsi Lampung, dan Kepala Bidang Pemuda dan Pendidikan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme, Ken Setiawan.
Ken Setiawan menyoroti minimnya literasi masyarakat Indonesia.
Menurutnya, masyarakat masih terjebak pada tahapan menghafal.
“Padahal didalam level dunia Pendidikan, setelah membaca dan menghafal maka tahapan selanjutnya adalah memahami, menerapkan, menganalisa, mengevaluasi dan terakhir bisa menciptakan inovasi,” jelasnya.
Minimnya kemampuan memfilter informasi membuat masyarakat rentan terhadap hoaks.
“Tingkat literasi yang rendah berbanding lurus dengan tingginya penyebaran informasi palsu atau hoaks,” kata Ken.
Ken juga menyoroti sistem pendidikan yang masih fokus pada hafalan. Hal ini menyebabkan peserta didik kesulitan memahami konteks atau memecahkan masalah.
Ken berharap diskusi ini menjadi ruang refleksi bersama untuk memperkuat toleransi dan persaudaraan.
“Melalui kolaborasi GMKI dan KAMMI, kegiatan ini diharapkan menjadi wujud konkret bahwa perbedaan agama bukanlah penghalang,” tutup Ken.







