Berita

Polda Metro Jaya Kerahkan Ribuan Personel Amankan Demo Hari Tani

103
×

Polda Metro Jaya Kerahkan Ribuan Personel Amankan Demo Hari Tani

Sebarkan artikel ini
43b8a2b263d02f470e8189f9ee815328.jpg
43b8a2b263d02f470e8189f9ee815328.jpg

Jakarta – Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya (Polda Metro Jaya) mengerahkan 9.498 personel gabungan untuk mengamankan demonstrasi memperingati Hari Tani Nasional. Aksi unjuk rasa tersebut dijadwalkan berlangsung di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI pada Rabu, 24 September 2025.

Kapolda Metro Jaya, Inspektur Jenderal Asep Edi Suheri, menegaskan bahwa ribuan personel pengamanan tidak akan dibekali senjata api. Penggunaan gas air mata hanya dapat dilakukan sesuai standar operasional prosedur dan dengan izin langsung dari Kapolda.

“Semua tindakan wajib dalam satu komando tanpa inisiatif pribadi,” ujar Asep saat memimpin apel di depan Gedung DPR RI, Senayan.

Ia mengingatkan para perwira pengendali untuk selalu mengedepankan langkah persuasif dalam pengamanan demonstrasi. Pengamanan harus dilakukan secara humanis dan profesional, tanpa menimbulkan kerusuhan atau kerusakan fasilitas umum.

“Anggota harus sabar, terukur,” tambahnya, meminta personel menjaga sikap selama bertugas.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Brigadir Jenderal Ade Ary Syam Indradi, merinci bahwa 9.498 personel gabungan tersebut terdiri dari 7.000 personel Polri, 1.400 personel dari Komando Daerah Militer Jaya (Kodam Jaya) dan Korps Marinir, serta 600 lainnya dari Pemerintah Provinsi Jakarta dan instansi terkait.

“Pada pagi hari ini, situasi di area Gedung DPR/MPR RI aman terkendali. Kami sudah berada di sini sejak malam tadi,” kata Ade Ary.

Selain mengimbau personelnya untuk bersikap humanis, Ade Ary juga meminta para demonstran menyampaikan aspirasinya secara damai. Kepolisian telah berkoordinasi dengan penanggung jawab demo untuk menyepakati rute, atribut, dan teknis pelaksanaan guna mencegah adanya penyusup atau provokasi.

“Jangan mudah terprovokasi. Provokasi bisa terjadi melalui medsos juga, oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, nanti di lapangan, dan lain sebagainya,” pungkasnya.