Jakarta – Transformasi ekosistem ultra mikro (UMi) menjadi agenda besar PNM di tahun 2026.
PNM adalah bagian dari Holding UMi bersama BRI dan Pegadaian.
Agenda strategis ini dibahas dalam Rakernas PNM 2026 (2/2). Tujuannya adalah menjaga pertumbuhan perusahaan dan memberdayakan kelompok subsisten.
Dirut PNM, Arief Mulyadi, mengatakan PNM hadir di 60.250 desa/kelurahan dari 84.000 desa/kelurahan.
PNM melayani 22,9 juta nasabah dengan pertemuan rutin mingguan.
PNM terus memperkuat layanan agar akses permodalan lebih mudah dan efektif. Setiap tahun, PNM menyalurkan minimal Rp 1 miliar di setiap desa.
Dana tersebut memberikan dampak langsung bagi keluarga prasejahtera. PNM tidak hanya memberikan nilai ekonomi, tetapi juga sosial.
Perusahaan berkomitmen melakukan transformasi melalui re-modeling proses bisnis.
Group CEO BRI, Hery Gunardi, mengapresiasi kinerja pemberdayaan PNM.
“Selama 26 tahun PNM diberikan mandat oleh negara untuk menciptakan dampak sosial dan ekonomi kepada masyarakat Indonesia khususnya prasejahtera yang berkelanjutan,” ujar Hery.
PNM dapat menjadi lembaga keuangan yang memberikan dampak besar dalam pemberdayaan masyarakat prasejahtera.
Hal ini didukung oleh digitalisasi dan peningkatan kualitas SDM dan PKM (Pertemuan Kelompok Mingguan).
“Digitalisasi dan pertemuan kelompok mingguan perlu untuk terus didorong, dan didukung juga oleh pengembangan SDM yang berkualitas,” tambahnya.













