Walaupun masih 2 tahun lagi, penjaringan Calon Presiden untuk menduduki tumpuk kepemimpinan Indonesia pada tahun 2019 akan segera dimulai. Perkiraannya, awal tahun 2018 akan jadi momen pertama untuk perkenalan bagi setiap calon Presiden.
Tapi, saat ini, sebenarnya kita bisa menerka siapa saja yang akan maju pada tahun 2019 ? Ada sejumlah nama yang diperkirakan akan maju dalam Pilpres 2019 mendatang.
Siapa saja ? Mari kita lihat nama-namanya !
Joko Widodo
Diurutan pertama, pastinya sang petahana yang akan kita dahulukan. Sudah banyak pihak yang menyebut, jika Presiden Republik Indonesia itu akan maju kembali pada tahun 2019.
Hal itu juga tidak ditampik Jokowi dengan memberikan sinyal untuk maju sekali lagi. Namun, jika sekarang, Wakil Presidennya adalah Jusuf Kalla, maka periode mendatang akan menampilkan wajah baru.
Ada beberapa kalangan menyebut, jika ia akan maju dengan Basuki Tjahja Purnama alias Ahok, tapi itu baru spekulasi semata. Kita nantikan saja !
Prabowo Subianto
Lawan Jokowi pada Pilpres 2014 lalu diperkirakan kuat akan maju kembali. Prabowo sendiri dalam beberapa kali pertemuan sudah memberikan sinyal akan hal tersebut. Ditambah lagi, dukungan besar dari Partainya, Gerindra.
Selain itu, kuatnya Prabowo akan maju juga tidak terlepas dari dorongan rakyat Indonesia dengan melihat kondisi Indonesia saat ini yang masih jauh dari kata sejahtera.
Untuk pasangannya, penulis berpendapat bukan Hatta Rajasa lagi, tapi akan ada wajah baru yang menghiasinya. Sejumlah nama juga kuat disebut akan mendampingi Prabowo seperti Walikota Bandung Ridwan Kamil dan Panglima TNI Gatot Nurmantyo.
Gatot Nurmantyo
Panglima TNI ini juga mendapat dukungan cukup besar dari masyarakat Indonesia untuk 2019 mendatang. Dukungan ini tidak terlepas dengan perannya yang berpihak kepada rakyat, dimana menekankan agar TNI bisa mengayomi masyarakat.
Sejumlah kata-kata dari Gatot juga diakui oleh sejumlah kalangan menarik perhatian masyarakat. Namun, apabila Gatot maju menjadi Calon Presiden, ia sendiri terlihat belum pas, melainkan jika ia menjadi pendamping Presiden terasa cocok.
Ridwan Kamil
Walikota karismatik satu ini membuktikan dirinya bisa merubah wajah Kota Bandung tanpa adanya kekerasan. Kang Emil (sapaan akrab Ridwan Kamil) sendiri lebih menekankan cara-cara diskusi kepada masyarakat. Hal ini pun membuatnya mendapat simpatik cukup besar tidak hanya oleh masyarakat Bandung, namun Indonesia.
Banyak pihak yang juga memprediksi akan pencalonan dari Ridwan Kamil pada tahun 2019. Namun, kuat kemungkinan Ridwan Kamil sendiri dipersiapkan untuk mendampingi Prabowo Subianto nantinya.
Tri Rismaharini
Walikota Surabaya dua periode tersebut juga digadang-gadang akan maju pada Pilpres 2019. Risma sendiri dikenal dengan gaya kepemimpinannya yang tegas terhadap keputusannya. Namun demikian, belakangan simpatik masyarakat berkurang kepadanya, lantaran setiap kebijakannya selalu menyertakan media massa sebagai pendongkrak popularitasnya.
Anies Baswedan
Calon Gubernur dari Gerindra dan PKS ini juga bisa menjadi alternatif. Peluang Anies sendiri untuk Calon Presiden memang tak seperti lainnya. Anies sendiri lebih cocok untuk menjadi pendamping atau Wakil Presiden.
Namun, jika nantinya pada bulan April 2017 mendatang, Anies memenangkan Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta, maka kuat kemungkinan ia tidak akan maju. Ini merupakan kesepakatannya terhadap Prabowo Subianto, dimana Ketua Partai Gerindra itu ingin merubah pandangan masyarakat agar pemimpin tidak melompat-lompat.
Jusuf Kalla
Nama Wakil Presiden ini bisa jadi mencuat pada tahun 2019. Terlepas dari seluruhnya, faktor usia juga menjadi salah satu penghambat Jusuf Kalla nantinya. Umurnya yang sudah hampir 75 tahun akan berdampak pada pemilihan nantinya.
Disamping itu, Jusuf Kalla juga dianggap tidak konsisten lantaran maju sebagai Calon Wakil Presiden bersama Jokowi.
Nah, itulah sejumlah nama yang kuat akan bertarung pada Pilpres 2019, jika melihat keadaan sekarang. Sebenarnya ada nama yang lain, seperti Ahok, Ani Yudhoyono, Moeldoko, Rizal Ramli, Puan Maharani, Zulkifli Hasan dan Hary Tanoesoedibjo.
Namun nama-nama lain tersebut tidak termasuk dengan kekuatan yang cukup besar untuk maju sebagai Calon Presiden. Semisal, jika Ahok, ia terlihat susah akan dipilih, lantaran sandungan masalah hukum yang menderanya.













