Jakarta – Pemerintah mengambil langkah antisipasi menghadapi potensi El Nino ekstrem, yang disebut ‘Godzilla El Nino’. Cadangan pangan nasional diperkuat.
Tujuannya menjaga stabilitas pasokan dan harga. Pemerintah juga mengantisipasi dampak kekeringan berkepanjangan.
Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, menjelaskan hal ini.
Godzilla El Nino diperkirakan akan diperkuat dengan Indian Ocean Dipole (IOD) positif. Kondisi ini bisa membuat musim kemarau di Indonesia lebih panjang dan kering.
“Adanya prediksi Godzilla El Nino telah menjadi perhatian pemerintah,” kata Astawa, Rabu (25/3/2026).
Arahan Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman adalah memperkuat ketahanan stok CPP (cadangan pangan pemerintah). Tujuannya agar bisa segera disalurkan saat dibutuhkan.
BRIN menyebut kedua fenomena itu kemungkinan terjadi bersamaan mulai April.
“Sebagai antisipasi di sektor pangan, pemerintah memastikan ketahanan stok cadangan pangan pemerintah (CPP) terus diperkuat,” ujarnya.
Astawa menegaskan, stok CPP yang kokoh, dengan mengutamakan penyerapan produksi dalam negeri, akan mempercepat dan menepatkan program intervensi pangan saat terjadi anomali cuaca.
Laporan Bapanas per 25 Maret menunjukkan stok pangan pokok strategis yang merupakan CPP dan dikelola BUMN pangan (Bulog dan ID FOOD) masih memadai. Beras menjadi CPP dengan stok terbesar.
CPP lainnya juga terus diperkuat. Seperti jagung, minyak goreng, gula konsumsi, daging sapi/kerbau, daging ayam dan telur ayam.
Stok CPP beras di Bulog saat ini mencapai 4,08 juta ton. Meningkat 77,8 persen dibandingkan akhir Maret tahun lalu (2,29 juta ton).
“Sebagian besar pasokan bersumber dari produksi dalam negeri karena Bulog telah melaksanakan penyerapan setara beras sejak awal 2026 hingga hari ini mencapai 1,24 juta ton,” jelasnya.
Stok CPP jagung berada di kisaran 144 ribu ton. Sebagian besar dari penyerapan panen jagung dalam negeri. Realisasi penyerapan jagung produksi dalam negeri di tahun 2026 ini mencapai 101,96 ribu ton.
“Patut diketahui, Indonesia sudah tidak melakukan impor jagung pakan sejak tahun 2025,” tegas Ketut.







