Jakarta – Banyak yang menganggap pulang kampung adalah menyerah. Namun, kisah Novita Hermawan membuktikan sebaliknya.

Keputusannya kembali ke desa justru melahirkan usaha mendunia. Usaha ini memberdayakan ratusan orang dan memanfaatkan limbah.

Kebumen – Novita Hermawan, seorang perempuan Betawi, membuktikan bahwa pulang kampung bukanlah akhir dari segalanya. Ia justru sukses membangun bisnis mendunia.

Novita meninggalkan Jakarta dan menetap di Desa Selang, Kebumen, Jawa Tengah. Pandemi COVID-19 menjadi titik balik hidupnya.

Ia beralih dari pekerja kantoran menjadi pengusaha sosial berbasis lingkungan. Produknya kini diekspor ke berbagai benua.

Sebelum pandemi, Novita bekerja di perusahaan kontraktor di Jakarta. Suaminya, Rudi Hermawan, bekerja di BUMN telekomunikasi.

Kehidupan mereka stabil hingga pandemi datang. Kontrak kerja Rudi ditahan dan proyek melambat.

“Kami akhirnya memutuskan pulang ke Kebumen naik sepeda motor. Tidak ada rencana besar waktu itu, yang penting bisa bertahan,” kenang Novita.

Di Kebumen, mereka sempat mencoba usaha mina padi. Namun, usaha itu gagal.

Kegagalan itu membuka mata mereka pada potensi lain. Potensi itu adalah limpahan tanaman pisang di sekitar desa.

Pelepah pisang yang biasanya dibuang ternyata menyimpan serat kuat. Serat ini berpotensi diolah menjadi produk bernilai ekonomi.

Mereka kemudian melakukan riset mandiri. Mereka mempelajari pengolahan serat pelepah pisang di berbagai negara.

Mereka juga mencermati tren global yang mengarah pada produk ramah lingkungan. Kesadaran dunia terhadap keberlanjutan dan SDGs terus menguat.

83175 mtwzykyk00gmmtal3n5kvxmf79fnutdz

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *