Berita

Nvidia dan Sederet Raksasa Teknologi Kompak Dukung Pengembangan AI Open Source

29
×

Nvidia dan Sederet Raksasa Teknologi Kompak Dukung Pengembangan AI Open Source

Sebarkan artikel ini
kenapa-raksasa-teknologi-as-dukung-model-ai-open-source-ala-china?
kenapa raksasa teknologi as dukung model ai open source ala china?

Jakarta – Sejumlah raksasa teknologi asal Amerika Serikat, seperti Nvidia, Microsoft, Meta, dan IBM, secara resmi menyatakan dukungan terhadap pengembangan kecerdasan buatan (AI) berbasis model terbuka atau open source.

Dukungan tersebut disampaikan melalui surat terbuka kepada anggota parlemen Amerika Serikat di tengah perdebatan sengit mengenai tata kelola teknologi AI.

Surat yang diunggah di platform X itu ditandatangani oleh sekitar dua lusin perusahaan serta kelompok industri teknologi.

CEO Nvidia, Jensen Huang, mendesak para pembuat kebijakan agar tidak terburu-buru membatasi ekosistem model terbuka.

Huang menegaskan bahwa model terbuka mampu memperkuat keamanan siber, mempercepat inovasi, dan mendukung kedaulatan digital setiap negara.

Menurutnya, dunia saat ini membutuhkan keseimbangan antara model tertutup yang canggih dan model terbuka yang inovatif.

Dalam surat tersebut, para pelaku industri memperingatkan bahwa pembatasan dini terhadap model terbuka berisiko menghambat persaingan sehat di pasar domestik.

Kebijakan restriktif dikhawatirkan dapat memicu perpindahan pusat inovasi teknologi ke luar wilayah Amerika Serikat.

Efisiensi biaya menjadi salah satu pendorong utama dukungan terhadap model open source.

Para pemimpin bisnis di Silicon Valley mengeluhkan tingginya biaya operasional untuk mengakses model AI tertutup.

Model terbuka yang dapat dioperasikan secara mandiri di pusat data pelanggan dipandang sebagai solusi untuk mengendalikan beban biaya tersebut.

Perusahaan teknologi juga menyoroti adanya batasan penggunaan yang diterapkan pengembang model tertutup seperti OpenAI dan Anthropic.

Platform kolaborasi AI, Hugging Face, bahkan terpaksa memanfaatkan model terbuka asal China karena kendala operasional pada model tertutup dalam pekerjaan keamanan siber.

Di sisi lain, parlemen Amerika Serikat kini tengah menyoroti risiko keamanan dari model AI yang sulit dikendalikan.

Muncul wacana penerapan aturan kill switch atau tombol pemutus bagi model AI sebagai respons atas insiden serangan siber.

Pemerintahan Presiden Donald Trump dikabarkan turut mempertimbangkan sanksi bagi pembuat model terbuka China atas dugaan pencurian teknologi.

Menanggapi hal itu, para penandatangan surat mengakui adanya kekhawatiran terkait pencurian teknologi.

Namun, mereka menilai masalah tersebut harus diselesaikan melalui kerangka hukum yang terarah, bukan melalui pembatasan luas.

Mereka menegaskan bahwa model tertutup tidak menjamin keamanan secara inheren karena potensi kerentanan yang tidak terdeteksi pihak luar.

Model dengan bobot terbuka justru memungkinkan komunitas peneliti untuk terus memeriksa perilaku sistem, menemukan celah keamanan, dan membangun perlindungan yang lebih kuat.