Jakarta – Anggota Komisi VII DPR RI Mujakkir Zuhri menilai Hari Buruh Internasional atau May Day bukan sekadar seremoni atau hari libur nasional bagi buruh, melainkan momentum penting yang sarat makna.
Ia mengatakan, May Day adalah peringatan atas tetes keringat yang menggerakkan roda peradaban. Menurut dia, di Indonesia hari buruh menjadi momen krusial untuk melihat sejauh mana peringatan itu dapat menjadi kekuatan bersama dalam membangun welfare state atau negara kesejahteraan.
“Sesungguhnya pembangunan bangsa dan negara tidak hanya dilakukan satu pihak saja, tapi dilakukan oleh seluruh pihak termasuk para buruh,” kata Mujakkir dalam keterangan tertulis, Minggu 3 Mei 2026.
Mujakkir juga mengapresiasi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang dinilainya merangkul dan mendengarkan aspirasi buruh selama masa kepemimpinannya.
“Perlu kita ketahui Presiden RI Prabowo Subianto di 2025 hadir dalam peringatan May Day 2025 dan dikabarkan juga hadir pada May Day tahun ini,” ujarnya.
Menurut dia, pemerintah saat ini tengah memperkuat sinergi demi menyejahterakan masyarakat.
“Tentu sinergi positif ini perlu kita jaga untuk mewujudkan masyarakat sejahtera,” katanya.
Mujakkir yang mewakili daerah pemilihan Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan itu mengakui wilayahnya berkembang berkat peran buruh dan hubungan harmonis dengan pemerintah.
“Dapil saya banyak pabrik, semua bersinergi untuk membangun wilayah dan saya berharap buruh bisa semakin sejahtera di masa-masa yang akan datang,” ucapnya.
Ia juga menyoroti tren kenaikan upah minimum regional dalam 10 tahun terakhir, dari sekitar Rp3,1 juta pada 2016 menjadi sekitar Rp5,3 juta pada 2026. Mujakkir berharap tren itu terus membaik.
“Semoga di tengah kondisi geopolitik saat ini ada peningkatan signifikan,” katanya.
Selain itu, Mujakkir mengapresiasi pidato Presiden Prabowo di hadapan ribuan buruh di Monas yang menjanjikan kesejahteraan bagi pekerja.
“Ini bukti presiden hadir untuk rakyat termasuk buruh,” tuturnya.
Presiden Prabowo Subianto kembali hadir bersama para buruh dalam perayaan May Day 2026 di Monumen Nasional (Monas). Sekitar 200.000 buruh diperkirakan memadati kawasan tersebut.
Dalam pidatonya, Prabowo menjanjikan program kepemilikan rumah bagi buruh melalui skema cicilan jangka panjang hingga 40 tahun. Kebijakan itu diharapkan dapat membuka akses hunian yang lebih terjangkau bagi pekerja.
Komitmen tersebut disampaikan Prabowo saat perayaan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 di kawasan Monumen Nasional, Jakarta, Jumat, 1 Mei 2026.












