News

Menelusuri Agenda Penting Kunjungan Kerja Presiden Prabowo ke Prancis

12
×

Menelusuri Agenda Penting Kunjungan Kerja Presiden Prabowo ke Prancis

Sebarkan artikel ini
e97cdd0b0528a2ba5530135a1b2baa05.jpg
e97cdd0b0528a2ba5530135a1b2baa05.jpg

Jakarta – Presiden Prabowo Subianto sukses merampungkan kunjungan kenegaraan ke Prancis dengan mencatatkan kesepakatan investasi strategis senilai US$ 3,5 miliar atau setara Rp 62,38 triliun. Lawatan yang berakhir pada Jumat, 29 Mei 2026, ini menjadi momentum penguatan hubungan bilateral kedua negara yang disebut berada pada fase terbaik dalam sejarah.

Menteri Investasi dan CEO Danantara, Rosan Perkasa Roelani, mengungkapkan bahwa komitmen investasi tersebut mencakup sektor ketahanan energi, perdagangan, hingga kerja sama pertahanan. Kesepakatan ini lahir seiring dengan peluncuran Dewan Bisnis France-Indonesia High Level Business Council (FI-HLBC) yang mempertemukan pimpinan industri dari kedua negara dengan total kapitalisasi pasar mencapai US$ 1,3 triliun.

Kunjungan ini merupakan lawatan ketiga Prabowo ke Prancis dalam lima bulan terakhir. Presiden menegaskan bahwa intensitas pertemuan tersebut merupakan bukti keseriusan Indonesia dalam mempererat kemitraan strategis, khususnya di bidang pendidikan.

Dalam pertemuan dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Élysée, Presiden Prabowo secara khusus memberikan instruksi agar seluruh sekolah di Indonesia mulai menerapkan pembelajaran bahasa Prancis. Kebijakan ini diambil sebagai langkah antisipasi terhadap perkembangan dunia di masa depan.

Sebelum meresmikan sejumlah agenda kenegaraan, Presiden Prabowo juga menyempatkan diri merayakan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah bersama diaspora Indonesia di Paris. Ibadah salat berjamaah dilaksanakan di Wisma Indonesia, KBRI Paris, dengan dihadiri oleh jajaran pejabat kabinet, termasuk Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dan Duta Besar RI untuk Prancis Mohamad Oemar.

Menteri Luar Negeri Sugiono menjelaskan bahwa lawatan ini sejatinya merupakan pemenuhan atas undangan Presiden Macron yang sempat tertunda karena kendala jadwal. Menurut Sugiono, hubungan yang semakin erat ini menjadi fondasi bagi Indonesia untuk terus meningkatkan daya saing di kancah global melalui kolaborasi dengan Prancis.