Berita

Mbappe Mandul di Laga Krusial, Real Madrid Tersingkir

321
×

Mbappe Mandul di Laga Krusial, Real Madrid Tersingkir

Sebarkan artikel ini
mbappe-jadi-sasaran-kritik-usai-madrid-disingkirkan-arsenal
mbappe jadi sasaran kritik usai madrid disingkirkan arsenal

FENESIA – Penampilan Kylian Mbappe menuai kritikan pedas usai Real Madrid didepak Arsenal dari babak perempat final Liga Champions.

Kekalahan agregat 1-5, dengan kekalahan 1-2 di Santiago Bernabeu, menjadi bukti tak berkutiknya Los Merengues. Mbappe sendiri tak mampu mencetak gol dalam dua pertemuan melawan The Gunners.

Media Spanyol, Marca, menyoroti buruknya penampilan Mbappe. “Mbappe memang rutin mencetak gol dan memberikan assist. Namun, gol dan assist itu datang saat melawan tim-tim lemah minim tekanan seperti Alaves, Cadiz, dan Getafe,” tulis Marca.

“Saat Madrid butuh sosok pembeda di El Clasico, Liga Champions, dan laga penting di Liga Spanyol, Mbappe justru menghilang. Sinar Mbappe kalah dari pemain seperti Jude Bellingham, Vinicius Junior, bahkan juga Rodrygo,” tambah Marca.

Penampilan Mbappe disebut masih seperti saat berseragam Paris Saint-Germain. “Mbappe disebut masih bermain seperti saat masih berseragam Paris Saint-Germain, di mana tuntutan di sana lebih rendah,” tulis Marca.

Padahal, tuntutan di Madrid jauh lebih besar. “Ini berbeda dengan Madrid yang menuntut seorang pemain untuk muncul dan memberikan segalanya di lapangan dengan memakai jersey yang difrasakan terasa dua kali lebih berat dibandingkan jersey tim lain,” lanjut Marca.

Marca menilai Mbappe masih harus beradaptasi dengan Madrid. “Penyerang asal Prancis ini diklaim masih dalam proses pencarian di Madrid,” tulis Marca.

Situasi ini berbanding terbalik dengan harapan Presiden Florentino Perez saat merekrut Mbappe. “Situasi ini kontras dengan keputusan Presiden Florentino Perez yang merekrut Mbappe demi membantu tim dalam proyek yang penuh kesuksesan,” tulis Marca.

Meski begitu, Marca tak menampik kualitas Mbappe. “Masih menurut Marca, Mbappe tidak dimungkiri memiliki kualitas dan karisma. Namun, dua hal itu saja dianggap tidak cukup karena mantan pemain PSG dan AS Monaco itu mesti memberikan bukti dengan prestasi yang diraih Los Blancos, bukan hanya untuk menjual kaos tim,” tutup Marca.