Sidoarjo – Ledakan di pabrik pengolahan baja PT Great Wall Steel (GWS) di Desa Janti, Waru, Sidoarjo, menewaskan satu pekerja, Senin (6/4). Polisi menurunkan tim Jibom untuk melakukan sterilisasi dan olah TKP.

Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Christian Tobing mengatakan, tim ahli bahan peledak dikerahkan untuk menyisir area dan mencari tahu penyebab ledakan.

“Anggota Polresta dan Polsek dan juga dari tim Jibom Gegana ada lokasi masih olah TKP sambil kita menentukan penyebab terjadinya suara ledakan itu,” kata Christian.

Polisi menjelaskan, ledakan terjadi saat dua pekerja memotong besi tua menggunakan las.

Satu orang, seorang kenek truk, tewas akibat terkena serpihan besi.

“Kejadiannya di PT GWS Kecamatan Waru. Kronologinya itu ada 2 orang yang melakukan pemotongan atas nama P dan J. Kemudian pada saat pemotongan besi tua menggunakan las blender itu ada terjadi ledakan dari las besi itu,” ucapnya.

“Kemudian ada korban atas nama inisial R, meninggal dunia,” lanjutnya.

Korban tewas telah dievakuasi. Polisi juga mendata saksi-saksi.

Ledakan itu juga menyebabkan kerusakan pada sejumlah rumah warga di Desa Janti.

Warga panik akibat material besi panas, getaran, dan suara seperti bom.

Kerusakan teridentifikasi di Perumahan Wedoro Regency RT 04 RW 01, dengan setidaknya tiga rumah terdampak.

Kerusakan juga dilaporkan terjadi di kawasan Pelikan RW 08.

Muhammad Nur Holis (61), warga Wedoro Regency, mengatakan ledakan sekitar pukul 14.00 WIB itu memicu kepanikan karena suaranya seperti bom.

Saat kejadian, ia sedang berada di rumahnya yang lain. Ia baru tahu kondisi rumahnya setelah mendapat laporan dari petugas keamanan perumahan.

“Ada suara seperti bom gitu, dar gitu. Seperti bom. Saya sedang jualan, akhirnya saya cepat-cepat ke sini. Saya khawatir,” kata Nur Holis.

Ia mendapati material lempengan besi panas jatuh menimpa atap hingga menembus plafon rumahnya.

Saat kejadian, rumah dalam kondisi kosong.

Lempengan besi yang menimpa atap rumah Nur Holis berukuran sekitar 15 cm x 8 cm, dengan ketebalan 2-3 cm dan berat sekitar 2 kg.

Getaran ledakan juga terasa hingga ke rumahnya yang lain di wilayah Jatayu.

“Rumah itu horeg [bergetar] gitu. Bergetar. Padahal jaraknya sini sama sana (sumber ledakan) sekitar 500 sampai 700 meter,” imbuh Nur Holis.

Icha, warga terdampak lainnya, mengatakan sempat melihat kilatan cahaya berwarna biru sebelum ledakan terjadi dua kali.

“Sebelum ledakan itu ada kilatan cahaya. Kalau di saya melihatnya biru, kalau di satpam melihatnya kuning. Terus suara bom (ledakan) dua kali. Habis itu ini rontok byat gitu. Pintu jendela yang dikunci sampai bisa kebuka sendiri,” kata Icha.

Icha mengaku terpukul dengan kejadian tersebut. Peralatan dapur dan masakannya terjatuh ke lantai akibat getaran.

83175 mtwzykyk00gmmtal3n5kvxmf79fnutdz

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *