BeritaPemerintahan

Korlantas Polri Terapkan One Way Lokal Jelang Puncak Arus Balik Lebaran

93
×

Korlantas Polri Terapkan One Way Lokal Jelang Puncak Arus Balik Lebaran

Sebarkan artikel ini
arus-urbanisasi-pasca-lebaran,-begini-komentar-gubernur-dki-jakarta-pramono-anung
arus urbanisasi pasca lebaran, begini komentar gubernur dki jakarta pramono anung

Karawang – Kepolisian Republik Indonesia (Polri) akan memberlakukan rekayasa lalu lintas One Way lokal sebagai langkah antisipasi puncak arus balik kedua mudik yang diprediksi jatuh pada 28-29 Maret 2026.

Skema ini bertujuan memperlancar pergerakan kendaraan dari Trans Jawa menuju Jakarta, menyusul peningkatan volume trafik jelang akhir pekan.

Kakorlantas Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho menerangkan, rekayasa one way tahap pertama kemungkinan akan dimulai pada Jumat (27/3/2026) dari KM 188 Tol Cipali (atau KM 263 Tol Pejagan) mengarah ke Jakarta.

“Keputusan ini kami ambil untuk mempercepat arus balik dari Trans Jawa menuju Jakarta,” ujar Irjen Agus di Kantor Jasa Marga KM 70 Tol Cikampek Utama, Jumat dini hari.

Lebih lanjut, Kakorlantas Polri tidak menutup kemungkinan pemberlakuan one way lanjutan dari KM 414 Tol Kalikangkung jika volume kendaraan dari wilayah Jawa Timur, Yogyakarta, Solo Raya, dan Semarang masih tinggi.

“Kami akan terus memantau dinamika di lapangan. Jika arus masih signifikan, rekayasa tambahan akan segera kami terapkan demi kelancaran perjalanan,” tegasnya.

Meski demikian, kondisi lalu lintas dari KM 414 Tol Kalikangkung hingga KM 200 Tol Cipali pada Kamis, 26 Maret 2026, relatif lancar dengan kecepatan rata-rata 60-70 kilometer/jam.

Namun, kepadatan mulai terpantau saat memasuki KM 20, diakibatkan oleh hambatan samping.

Banyak pemudik terlihat kelelahan dan memilih berhenti di bahu jalan atau rest area, mengakibatkan penumpukan.

“Hampir seluruh *rest area* penuh dan tidak mampu menampung kendaraan,” imbuh Irjen Agus.

Secara umum, arus lalu lintas pada malam hari masih dapat dikelola dengan baik. Di jalur arteri, kepadatan lebih terlihat signifikan saat tidak diberlakukan rekayasa lalu lintas, meskipun pergerakan masyarakat dalam wilayah aglomerasi dan aktivitas silaturahmi lokal masih berlangsung.

Peningkatan volume kendaraan arah Jakarta juga tercatat di GT Cikarang Utama seiring dengan berlakunya diskon tarif tol 30 persen untuk perjalanan menerus dari GT Kalikangkung Ruas Jalan Tol Batang–Semarang menuju GT Cikampek Utama pada 26–27 Maret 2026.