Banda Aceh – Korban bencana hidrometeorologi di Sumatra, khususnya Aceh, masih mengungsi di Ramadan 2026. Rekonstruksi pascabencana belum selesai.
Di Desa Manyang Cut, Pidie Jaya, warga tetap khusyuk melaksanakan salat tarawih perdana di musala darurat, Rabu (18/2) malam.
Masjid mereka tertimbun lumpur tebal.
Wakil Kepala Imam Musala Desa Manyang Cut, Jailani, bersyukur musala darurat selesai sebelum Ramadan.
“Ini malam tarawih pertama, saya terima kasih banyak karena sudah dibangun meunasah darurat ini,” katanya.
“Dengan adanya meunasah darurat ini, ya, bisa malam pertama inilah kita salat tarawih. Meunasah sebelumnya tidak bisa dipakai lagi, karena ada banjir,” lanjut Jailani.
Musala darurat ini menampung sekitar 50 jemaah.
Suasana ibadah terasa berbeda. Jemaah hanya terisi dua saf, tidak seperti tahun sebelumnya yang memadati ruangan.
“Ramadan kali ini kami tentu sangat berbeda. Ini keadaan sangat duka karena musibah, tapi terpaksa kami salat di meunasah darurat,” ucapnya.
Warga korban bencana di Aceh Tamiang, Aceh Utara, Aceh Timur, Bireuen hingga Aceh Tengah memanfaatkan musala darurat untuk salat tarawih.












