Koma.id – Komandan Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI, Mayjen TNI Iwan Bambang Setiawan, menjenguk tiga prajurit Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-S yang menjadi korban insiden ledakan di Lebanon. Ketiga prajurit tersebut saat ini menjalani perawatan di RS Saint George, Beirut.
Dalam kunjungan pada Minggu (05/04), Iwan menegaskan komitmen negara untuk terus melindungi personel yang bertugas dalam misi perdamaian dunia di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Silakan gulirkan ke bawah
“Indonesia berkomitmen untuk terus memberikan perlindungan kepada seluruh personel serta berperan aktif dalam mendukung upaya pemeliharaan perdamaian dunia melalui pengiriman Pasukan Garuda,” ujarnya dalam keterangan tertulis.
Adapun tiga prajurit yang dirawat adalah Lettu Inf Sulthan Wirdean Maulana, Praka Rico Pramudia, dan Praka Deni Rianto. Kunjungan ini dilakukan bersama Dubes RI untuk Lebanon Dicky Komar, DCO Seceast UNIFIL Kolonel Inf A. Juni Toa, serta Dirbinops PMPP TNI Kolonel Inf Untung Prayitno. Kehadiran pimpinan TNI dan perwakilan RI di Lebanon diharapkan memberi dukungan moral sekaligus menegaskan perhatian negara terhadap keselamatan prajurit di lapangan.
Insiden ledakan yang terjadi pada Jumat (03/04) di dekat fasilitas PBB di El Adeisse melukai tiga prajurit TNI, dua di antaranya mengalami luka serius. Juru Bicara UNIFIL, Kandice Ardiel, menyatakan korban telah dievakuasi ke rumah sakit dan penyebab ledakan masih dalam penyelidikan.
“Kami menyampaikan harapan terbaik agar seluruh korban luka dapat pulih sepenuhnya dan secepatnya,” kata Kandice.
Dalam rentang akhir Maret hingga awal April, serangan artileri di Lebanon telah menewaskan tiga prajurit TNI yang tergabung dalam misi perdamaian UNIFIL, yakni Mayor Inf Anumerta Zulmi Aditya Iskandar, Serka Anumerta Muhammad Nur Ichwan, dan Kopda Anumerta Farizal Rhomadhon. Delapan prajurit lainnya dilaporkan mengalami luka-luka.
Menteri Luar Negeri Sugiono menekankan perlunya jaminan keamanan bagi seluruh personel penjaga perdamaian dunia.
“Harus ada satu guarantee keamanan bagi prajurit-prajurit penjaga perdamaian,” ujarnya. Ia meminta PBB segera mengevaluasi keselamatan pasukan UNIFIL, mengingat mandat mereka adalah menjaga perdamaian, bukan menciptakan perdamaian.
Dengan kunjungan ini, TNI menegaskan komitmen negara untuk hadir, melindungi, dan mendukung prajurit yang bertugas di garis depan misi perdamaian dunia.
Jangan lupa temukan juga kami di Google News.












