Berita

Kodam Udayana Tanggapi Kegeraman Ayah Prada Lucky

79
×

Kodam Udayana Tanggapi Kegeraman Ayah Prada Lucky

Sebarkan artikel ini
respons-kodam-udayana-soal-ayah-prada-lucky-yang-meledak-marah
respons kodam udayana soal ayah prada lucky yang meledak marah

Denpasar – Kodam IX/Udayana menyatakan wajar atas kemarahan Sersan Mayor Kristian Namo, ayah dari Prada Lucky Chepril Saputra Namo, atas meninggalnya sang anak.

“Kalau ayah korban marah itu wajar karena beliau adalah orang tua. Kita juga paham itu. Siapa pun akan begitu,” ujar Wakil Kepala Penerangan Kodam IX/Udayana Letnan Kolonel Infanteri Amir Syarifudin di Denpasar, Bali, Sabtu (9/8/2025).

Serma Kristian Namo, prajurit TNI aktif yang berdinas di Kodim 1627/Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, marah dan mengutuk keras dugaan kekerasan yang menyebabkan kematian putranya.

Kasus dugaan kekerasan dan penganiayaan ini terjadi di Batalyon Teritorial Pembangunan 834/Wakangan Mere, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, tempat Prada Lucky bertugas.

Serma Kristian meluapkan emosinya saat menjemput jenazah anaknya di RSUD Aeramo, Nagekeo, NTT, pada Rabu (6/8/2025).

Amir Syarifudin menambahkan, pihaknya telah berkomunikasi dengan Serma Kristian untuk menyerahkan proses hukum kasus ini kepada tim yang telah dibentuk Kodam Udayana.

“Kita sudah komunikasi dan beliau serahkan ke kita selaku institusi militer, dan beliau juga militer. Beliau tahu prosedurnya,” jelasnya.

Prada Lucky Chepril Saputra Namo dilaporkan meninggal dunia pada Rabu (6/8/2025) pukul 10.30 Wita setelah empat hari dirawat intensif di RSUD Aeramo, Nagekeo, NTT. Ia diduga menjadi korban penganiayaan seniornya.

Prada Lucky baru dua bulan menjadi anggota TNI setelah bergabung dengan TNI AD pada Mei 2025. Setelah menyelesaikan pendidikan di Buleleng, Bali, Prada Lucky ditempatkan di Batalyon Teritorial Pembangunan 834 Wakanga Mere, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur.