Jakarta – Ekspor perikanan Indonesia ke Taiwan dan Korea Selatan diprediksi meningkat jelang Tahun Baru Imlek 2026.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) optimis dengan prospek ini.

Pendorongnya adalah terbitnya 33 approval number baru dari otoritas berwenang di Korsel dan Taiwan.

Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan KKP, Ishartini, menyampaikan kabar baik ini.

Dengan tambahan approval number, semakin banyak perusahaan Indonesia yang bisa ekspor perikanan ke dua negara tersebut.

Hal ini diharapkan berdampak positif pada pendapatan perusahaan dalam negeri.

Ishartini menjelaskan, notifikasi resmi persetujuan approval number untuk 33 UPI baru sudah diterima dari Taiwan dan Korea Selatan.

Total UPI yang punya approval number dari otoritas Korsel kini mencapai 710 perusahaan.

Sementara dari otoritas Taiwan, ada 711 UPI.

Dari 33 perusahaan yang baru mendapat approval number, 15 di antaranya bisa ekspor ke Korsel.

Beberapa perusahaan tersebut antara lain PT Belawan Samudera Abadi, Muara Laut Sejahtera, Samudra Sinar Harapan, Kiu Kiu Fishery, dan Djakarta Mina Persada.

Sedangkan 18 UPI lainnya bisa melakukan ekspor ke Taiwan.

Beberapa di antaranya adalah PT Samudra Sinar Harapan, Muara Laut Sejahtera, Bahari Asnimindo Seafood, Kiu Kiu Fishery, hingga Hasil Samudera Melimpah.

Ishartini menambahkan, volume ekspor pada 2025 mencapai 26.107 ton ke Korsel senilai 87,3 juta dolar AS atau sekitar Rp 1,37 triliun.

83175 mtwzykyk00gmmtal3n5kvxmf79fnutdz

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *