Berita

Kemkomdigi Pacu Talenta Digital Agar Indonesia Berhenti Jadi Konsumen Teknologi

15
×

Kemkomdigi Pacu Talenta Digital Agar Indonesia Berhenti Jadi Konsumen Teknologi

Sebarkan artikel ini

Medan – Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menegaskan urgensi pengembangan talenta digital sebagai fondasi utama transformasi Indonesia. Langkah ini dinilai krusial agar bangsa dapat beralih peran dari sekadar konsumen menjadi kreator dan pengembang teknologi di tengah ketatnya persaingan global.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Nezar Patria, menyebutkan bahwa kualitas sumber daya manusia yang inovatif kini menjadi penentu daya saing yang jauh lebih vital dibandingkan ketersediaan infrastruktur semata.

“Talenta digital menjadi faktor penentu. Dengan kemampuan manusia yang kuat, kita bisa mengatasi keterbatasan infrastruktur dan meningkatkan daya saing,” ujar Nezar saat melakukan kunjungan ke Balai Besar Pelatihan Sumber Daya Manusia Komunikasi dan Digital (BBPSDMP Komdigi) Medan, Sumatra Utara, Sabtu (4/7/2026).

Menurutnya, pesatnya perkembangan kecerdasan artifisial (AI) dan teknologi digital telah mengubah peta persaingan dunia secara signifikan. Oleh sebab itu, Indonesia harus secara serius meningkatkan kapasitas SDM agar mampu berkontribusi langsung dalam rantai nilai industri teknologi, alih-alih terus mengandalkan produk inovasi dari luar negeri.

“Indonesia harus keluar dari posisi hanya sebagai pengguna teknologi. Kita perlu masuk ke proses penciptaan, bukan hanya pemakaian,” tegasnya.

Pemerintah saat ini terus menggenjot pengembangan talenta digital melalui berbagai kolaborasi strategis dengan institusi perguruan tinggi. Salah satu wujud nyata dari upaya tersebut adalah penyelenggaraan program AI Talent Factory yang telah menyasar sejumlah kampus, baik di dalam maupun di luar Pulau Jawa.

Nezar memandang institusi pendidikan tinggi memiliki peran strategis dalam mencetak talenta digital yang relevan dengan kebutuhan industri serta memperkuat ekosistem inovasi nasional.

“Kampus menjadi pintu masuk untuk membangun talenta digital yang siap menghadapi kebutuhan industri masa depan,” katanya.

Ia menambahkan, program pengembangan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada penguasaan kemampuan teknis semata. Generasi muda juga dibekali dengan pemahaman komprehensif mengenai dinamika teknologi global, mencakup perkembangan AI, pergeseran struktur ekonomi digital, hingga geopolitik teknologi yang terus berkembang.

Melalui penguatan talenta digital ini, Kemkomdigi menaruh harapan besar agar daya saing Indonesia meningkat dan mampu memainkan peran yang lebih signifikan dalam ekosistem teknologi dunia.