FENESIA – Sebuah unggahan video yang sempat viral belakangan ini mengenai anak-anak yang kejang akibat kecanduan game. Walaupun kecanduan game ini belum didiagnosis dan belum diakui dalam American Medical Association, namun hal ini adalah masalah yang nyata bagi masyarakat sekitar.
University of New Mexico menyatakan sebuah studi terbaru yaitu 6 – 15 % yang bermain game menunjukkan tanda-tanda yang bisa disimpulkan kalau mereka kecanduan. Nah feeners, bener gak sih kalau kecanduan game ini dapat menyebabkan kejang pada anak-anak seperti yang ada diisukan pada khalayak ramai?
Kecanduan Bermain Game Tidak Sebabkan Kejang
Kecanduan dalam bermain ternyata tidak bisa menimbulkan kejang. Kasus yang terjadi pada anak laki-laki tersebut tidaklah kejang. Namun yang terjadi adalah movement disorder atau gangguan gerak yang tidak bisa untuk dikendalikan. Chorea Hemiballismus sebutan bagi anak yang mengalami hal tersebut. Chorea adalah tersentak-sentak, cepat dan gerakan spontan yang tidak berirama. Gerakan ini bisa termasuk dalam tindakan semiporseful yaitu yang menutupi gerakan dengan tidak sengaja.
Meskipun begitu, hal ini merupakan bentuk chorea yang termasuk parah. Hemaballimus ini merupakan gerakan yang tidak berirame, gerakan yang iniral yang cepat dan tidak sangat terkendali pada lengan dan kaki.
Meskipun ini melumpuhkan, hemiballismus biasanya bisa sembuh dengan sendirinya, dan berlangsung 6 sampai 8 minggu.
Nah, jadi kecanduan dari bermain game ini ternyata tak menyebabkan kejang. Pada orang yang bermainnya melainkan suatu gangguan yang menggangu system gerak sehingga tak bisa untuk dikendalikan.














