Berita

Jusuf Kalla Dorong Pemerintah Pangkas Subsidi Energi!

77
×

Jusuf Kalla Dorong Pemerintah Pangkas Subsidi Energi!

Sebarkan artikel ini
jusuf-kalla-usul-subsidi-energi-dikurangi-demi-tekan-defisit:-kalau-harga-murah,-orang-tak-berhemat
jusuf kalla usul subsidi energi dikurangi demi tekan defisit: kalau harga murah, orang tak berhemat

Jakarta – Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla, mengusulkan pemerintah mempertimbangkan pengurangan subsidi energi.

Hal ini sebagai langkah strategis menekan defisit anggaran dan laju utang negara.

Menurutnya, harga energi yang terlalu murah justru mendorong konsumsi berlebihan.

“Kalau harga murah seperti sekarang, orang tidak cenderung berhemat,” kata Kalla dalam konferensi pers di kediamannya, Ahad (5/4/2026).

Ia menambahkan, penggunaan BBM akan terus meningkat dan pada akhirnya membebani anggaran negara.

Pengurangan subsidi akan berdampak pada kenaikan harga energi.

Namun, kebijakan tersebut dinilai lazim dilakukan di banyak negara sebagai upaya menjaga kesehatan fiskal.

“Untuk mengurangi defisit dan utang, salah satu caranya adalah mengurangi subsidi. Artinya harga naik, dan itu dilakukan di banyak negara,” ujarnya.

Kalla mengakui, kebijakan tersebut berpotensi memicu penolakan publik dalam jangka pendek.

Namun, ia meyakini jika dijelaskan dengan baik, masyarakat akan dapat menerima karena manfaat jangka panjangnya lebih besar.

Ia juga menilai, kelompok masyarakat yang paling banyak mengonsumsi bahan bakar justru berasal dari kalangan mampu.

“Yang paling banyak memakai BBM itu yang punya mobil. Kalau harga naik 20–30 persen, bagi mereka sebenarnya tidak terlalu berdampak,” katanya.

Selain itu, Kalla menekankan pentingnya penguatan transportasi publik sebagai solusi jangka panjang.

Ini lebih baik ketimbang membatasi aktivitas melalui kebijakan seperti work from home (WFH).

Menurutnya, pembatasan penggunaan kendaraan pribadi lebih efektif jika diimbangi dengan ketersediaan angkutan umum yang memadai.