Ecozone

Jepang Bikin Satelit dari Kayu, Demi Kurangi Sampah Antariksa

210
×

Jepang Bikin Satelit dari Kayu, Demi Kurangi Sampah Antariksa

Sebarkan artikel ini
kayu
Ilustrasi Satelit mengorbit (Foto: mtsi-va.com)

FENESIA – Dalam rangka mengurangi sampah antariksa yang sudah sangat banyak di luar angkasa, Jepang punya cara unik untuk mengatasinya masalah ini. Mereka berencana akan membuat satelit pertama di dunia yang terbuat dari kayu.

Teknologi ini dikembangkan oleh perusahaan asal Jepang Sumitomo Forestry dan Universitas Kyoto. Material kayu dipilih karena dapat terbakar habis dengan mudah di atmosfer tanpa meninggalkan zat berbahaya di atmosfer atau menghujani Bumi dengan puing-puing satelit.

Seperti diketahui satelit yang terbuat dari logam akan menguap menjadi gas aluminium dan logam lainnya yang mungkin sudah teroksidasi atau berkarat.

Profesor di Universitas Kyoto dan astronaut asal Jepang, Takao Doi mengatakan, “Kami sangat khawatir dengan fakta bahwa semua satelit yang kembali memasuki atmosfer Bumi trebakar dan menciptakan partikel alumina kecil yang akan mengambang di bagian atas atmosfer selama bertahun-tahun.”

“Lama kelamaan ini akan mempengaruhi lingkungan di Bumi,” lanjutnya.

Saat ini ilmuwan telah mulai melakukan penelitian tentang pertumbuhan pohon dan penggunaan material kayu di luar angkasa. Kemitraan ini akan mulai bereksperimen dengan berbagai jenis kayu yang diuji coba dalam kondisi ekstrem di Bumi.

“Langkah selanjutnya akan mengembangkan model rekayasa satelit, kemudian kita akan memproduksi model terbang,” jelas Doi.

Sumitomo Forestry mengatakan mereka akan mengembangkan material kayu yang tahan akan perubahan temperatur dan cahaya matahari. Mereka juga merahasiakan jenis kayu yang digunakan.

Selain lebih mudah terbakar di atmosfer, satelit kayu ini juga memiliki keuntungannya sendiri, salah satunya, karena gelombang elektromagnetik tidak akan terpengaruh oleh kayu, bentuk dan layout saelit bisa jadi berbeda.

Komponen penting yang harus dikeluarkan oleh satelit untuk urusan komunikasi bisa disimpan dengan aman di dalam casing kayu. Ini dapat mempermudah proses pembuatan satelit dan mempersiapkannya saat sudah berada di luar angkasa.

Namun, perlu diketahui bahwa masalah sampah antariksa hanya terjadi jika satelit yang sudah mati tidak jatuh ke Bumi dan tetap berada di orbit. Jika satelit kayu ini tetap mengorbit saat sudah tidak berfungsi, maka akan  tetap jadi sampah di luar angkasa.

Meski satelit ini tidak akan menjadi solusi instan masalah sampah antariksa, tapi setidaknya ide ini cukup menarik. Satelit kayu buatan Jepang ini diharapkan akan selesai dikembangkan pada tahun 2023.