Jakarta – PT Nitrasanata Dharma, perusahaan yang mengelola jaringan rumah sakit dan klinik mata JEC Eye Hospitals & Clinics, resmi memulai langkah untuk melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Perusahaan ini akan melakukan penawaran umum saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) dengan menggunakan kode saham JECX.
Berdasarkan prospektus yang diterbitkan pada Senin (22/6), calon emiten ini menawarkan sebanyak-banyaknya 487,98 juta lembar saham kepada publik. Jumlah tersebut setara dengan 10 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.
Selain menawarkan saham baru, JECX juga menyertakan penawaran saham divestasi milik DR. Dr. Waldenius Girsang, SpM(K). Saham divestasi yang ditawarkan mencapai 162,88 juta lembar atau mewakili 2 persen dari modal ditempatkan dan disetor pasca penawaran umum.
Manajemen JECX menetapkan rentang harga penawaran saham di kisaran Rp 1.200 hingga Rp 1.400 per lembar. Melalui aksi korporasi ini, perusahaan berpotensi mengumpulkan total dana segar mencapai Rp 683,17 miliar.
Dari total potensi perolehan dana tersebut, sekitar Rp 455,45 miliar berasal dari penawaran umum saham baru. Sementara itu, sisanya yakni sekitar Rp 227,72 miliar merupakan hasil dari penawaran umum saham divestasi.
Bersamaan dengan proses IPO ini, perusahaan juga menjalankan program alokasi saham karyawan. JECX mengalokasikan sebanyak 11,16 juta lembar saham atau sekitar 2,29 persen dari total jumlah saham yang ditawarkan dalam IPO untuk para karyawan.
Penggunaan dana hasil penawaran umum saham baru, setelah dikurangi biaya-biaya emisi, telah ditentukan peruntukannya. Sebagian dana akan difokuskan untuk memperkuat struktur keuangan melalui pembayaran utang.
Perusahaan mengalokasikan dana sebesar Rp 49 miliar untuk pembayaran lebih awal sebagian pokok pinjaman kepada PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). Selain itu, sebesar Rp 100 miliar akan digunakan untuk pembayaran lebih awal atas sebagian pokok pinjaman kepada PT Bank HSBC Indonesia.
Sebagian dana lainnya, yakni sebesar Rp 185 miliar, akan disalurkan kepada perusahaan anak. Rincian alokasinya meliputi Rp 50 miliar untuk PT Nitra Sanata Bali, serta pemberian pinjaman sebesar Rp 100 miliar kepada PT Orbita.
Selain itu, sebesar Rp 35 miliar akan disalurkan sebagai pinjaman kepada PT JEC Candi Sejahtera. Sisa dari dana hasil IPO akan digunakan oleh perusahaan untuk modal kerja.
Modal kerja tersebut ditujukan untuk mendukung kegiatan operasional sehari-hari perusahaan. Dana ini akan digunakan secara bertahap dengan batas waktu penggunaan maksimal hingga 31 Desember 2027.







