BeritaPemerintahan

Irigasi Mangkrak di Pessel, Rahmat Saleh Sayangkan Lambannya Pengerjaan

74
×

Irigasi Mangkrak di Pessel, Rahmat Saleh Sayangkan Lambannya Pengerjaan

Sebarkan artikel ini

Pasalnya, sejumlah proyek irigasi tersier yang seharusnya menjadi urat nadi pertanian, kini mangkrak tak jelas.

Anggota Komisi IV DPR RI Rahmat Saleh mengungkapkan keprihatinannya terhadap sejumlah proyek irigasi tersier yang belum berjalan optimal di Kecamatan Pancung Soal,, Kabupaten Pesisir Selatan.
Anggota Komisi IV DPR RI Rahmat Saleh mengungkapkan keprihatinannya terhadap sejumlah proyek irigasi tersier yang belum berjalan optimal di Kecamatan Pancung Soal,, Kabupaten Pesisir Selatan.

Pessel – Impian petani di Kecamatan Pancung Soal, Pesisir Selatan, untuk meningkatkan hasil panen terancam pupus.

Pasalnya, sejumlah proyek irigasi tersier yang seharusnya menjadi urat nadi pertanian, kini mangkrak tak jelas.

Anggota Komisi IV DPR RI, Rahmat Saleh, mengungkapkan kekecewaannya setelah meninjau langsung 10 titik proyek irigasi pada Senin (15/12/2025).

Ia menemukan fakta bahwa sebagian besar pekerjaan belum rampung, padahal tahun anggaran hampir berakhir.

“Ini ironis sekali. Irigasi tersier itu vital untuk mengalirkan air ke sawah. Kalau pengerjaannya terlambat, dampaknya langsung ke jadwal tanam dan hasil panen petani,” tegas Rahmat.

Rahmat Saleh menjelaskan, proyek-proyek irigasi ini seharusnya dikerjakan oleh Balai Wilayah Sungai (BWS).

Ia menilai BWS kurang optimal dalam memastikan proyek berjalan tepat waktu.

“Total ada 20 titik irigasi yang saya perjuangkan, tersebar di Pesisir Selatan dan Dharmasraya. Semuanya dikerjakan BWS, tapi progresnya belum memadai,” imbuhnya.

Ia menyayangkan lemahnya pelaksanaan program yang tidak sesuai dengan kebutuhan petani di lapangan.

Dia pun mendesak adanya evaluasi serius terhadap perencanaan dan pengawasan proyek.

“Ini sudah akhir tahun, tapi masih banyak yang belum dikerjakan. Kasihan petani, program sudah diperjuangkan, tapi manfaatnya belum terasa,” kata Rahmat.

Rahmat berjanji akan membawa persoalan ini ke tingkat pusat dan meminta pertanggungjawaban pihak terkait.

Ia berharap ada langkah percepatan agar irigasi tersier benar-benar bisa mendukung produktivitas pertanian.

“Kita harapkan nanti ada langkah percepatan dan tanggung jawab yang jelas agar irigasi tersier benar-benar bisa mendukung produktivitas pertanian dan tidak berhenti sebagai proyek di atas kertas,” pungkasnya.