BeritaEcozoneReleaseTechno

iPhone SE Masuk Pasar Indonesia, Berikut Harga danSpesifikasinya

290
×

iPhone SE Masuk Pasar Indonesia, Berikut Harga danSpesifikasinya

Sebarkan artikel ini
Apple rilis iPhone SE
Foto: iPhone SE generasi ke-2

FENESIA – Apple resmi memasukkan iPhone SE (Special Edition) generasi ke-2 ke pasar Indonesia. Ponsel tersebut dijual seharga Rp. 7,9 juta untuk kapasitas penyimpanan 64 GB, Rp8,9 juta buat 128 GB, dan Rp10,9 juta untuk pilihan 258 GB.

Ada tiga pilihan warna yang ditawarkan oleh Apple untuk konsumen di Indonesia, yaitu hitam, putih, dan merah. Sedangkan untuk penyimpanan tersedia mulai dari 64GB, 128GB, dan 256GB.

Dikutip dari laman resmi iBox, iPhone SE yang dirilis di Indonesia menggunakan layar Retina HD dan LCD Multi-Touch 4,7 inci (diagonal) dengan teknologi IPS, dengan resolusi 1334 x 750 pixel pada 326 ppi dan Haptic Touch dengan kecerahan maksimal 625 nit.

iPhone SE generasi ke-2 ini memiliki ukuran tinggi 13,8 cm, lebar 6,7 cm, dan tebal 7,3 mm, dengan berat 148 gram. Ponsel itu juga diyakini tahan air maksimum 1 meter hingga selama 30 menit menurut standar IEC 60529.

Untuk urusan prosesor, iPhone SE generasi ke-2 menggunakan menggunakan prosesor cip A13 Bionic dan Neural Engine generasi ketiga.

Soal kamera, ponsel tersebut menggunakan kamera 12MP ubukaan ƒ/1.8 yang bisa di-zoom hingga 5x dan memiliki Flash True Tone dengan Slow Sync untuk kamera belakang. iPhone SE juga mampu merekam video dengan kualitas 4K pada kecepatan 24 fps, merekam video HD 1080p, dan mendukung video slo-mo untuk 1080p.

Sedangkan untuk kamera depan iPhone SE menggunakan kamera 7MP bukaan ƒ/2.2 dan mampu merekam video HD 1080p pada kecepatan 30 fps atau 60 fps.

Dari sisi jaringan, iPhone SE masih sebatas LTE kelas Gigabit dan didukung Wi-Fi 802.11ax dengan MIMO dan Bluetooth 5.0. Namun, ponsel tersebut dilengkapi dengan NFC dengan mode pembaca.

Pada iPhone SE generasi kedua ini juga sudah dilengkapi dengan Touch ID, sensor sidik jari generasi kedua terpasang di tombol Home, video FaceTime, audio FaceTime, pemutaran stereo, serta mendukung Dolby Vision dan konten HDR10.

Untuk daya, iPhone SE menggunakan baterai lithium-ion. Belum ada informasi lebih rinci untul soal kapasita baterai ini, namun waktu pakai baterai iPhone SE diklaim mirip dengan iPhone 8.

Baterai iPhone SE dapat digunakan untuk menonton video hingga 13 jam, streaming video 8 jam, dan memutar audio 40 jam. Selain itu, baterai iPhone SE dapat mengisi daya hingga 50 persen dalam waktu 30 menit dengan adaptor 18 W atau lebih tinggi yang dijual secara terpisah.

Iphone SE juga menggunakan EarPods dengan konektor lightning. Sensor yang ada di ponsel itu antara lain Gyro tiga sumbu, akselerometer, sensor kedekatan jarak, sensor cahaya sekitar, dan barometer.

Uniknya, iPhone SE bisa menggunakan dua SIM, yaitu nano-SIM dan eSIM. Namun, ponsel tersebut tidak kompatibel dengan kartu micro-SIM yang ada.

 

96b0a47d08e6e8463d9d4f3070a5847f.jpg
Ecozone

Fenesia – JAKARTA. Harga crude palm oil (CPO) diperkirakan kembali melanjutkan penguatan setelah sempat terkoreksi akibat sentimen kebijakan pemerintah terkait tata kelola ekspor komoditas. Pelaku pasar kini mulai kembali mencermati faktor fundamental yang dinilai masih mendukung pergerakan harga CPO dalam jangka menengah. Berdasarkan data Bloomberg, harga CPO kontrak Juni 2026 di Bursa Malaysia Derivatives ditutup naik 0,6% ke level MYR…

922265d1500f3a5e0f13f8968786dcbe.jpg
Ecozone

Fenesia – JAKARTA. Kinerja emiten sektor perunggasan menunjukkan pertumbuhan yang solid pada Kuartal I-2026. Sejumlah perusahaan besar seperti PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN), PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA), dan PT Malindo Feedmill Tbk (MAIN) berhasil mencatatkan pertumbuhan pendapatan dua digit secara tahunan. CPIN membukukan pertumbuhan pendapatan sebesar 12,7% year on year (YoY), JPFA naik 23,6% YoY, sedangkan MAIN tumbuh…

ed7fb2734a2e56dae4483dced1a23116.jpg
Ecozone

Fenesia – JAKARTA. Kehadiran PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) sebagai kendaraan pemerintah untuk memberlakukan kebijakan satu pintu ekspor komoditas menimbulkan ketidakpastian dan berimbas menekan kinerja emiten terkait. Muhammad Fatah Al Falah, Retail Analyst RHB Sekuritas Indonesia menyebut pasar masih cenderung wait and see meski regulasi telah diterbitkan. Investor masih mencermati implementasi kebijakan tersebut. Menurutnya,…