FeedSport

Indonesia Terancam Sanksi IOC Usai Tolak Visa Atlet Israel.

120
×

Indonesia Terancam Sanksi IOC Usai Tolak Visa Atlet Israel.

Sebarkan artikel ini
0e9762de5da03c4fed91f7b25be8fd61.jpg
0e9762de5da03c4fed91f7b25be8fd61.jpg

Fenesia – Dewan Eksekutif Komite Olimpiade Internasional (IOC) menangguhkan Indonesia sebagai tuan rumah ajang olahraga di bawah naungan IOC. Keputusan ini diambil menyusul langkah pemerintah Indonesia yang menolak visa atlet Israel untuk berkompetisi di Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025.

Penolakan visa bagi atlet-atlet Israel ini berbuntut panjang. Dewan Eksekutif IOC segera mengadakan rapat untuk membahas persoalan tersebut secara mendalam.

Dalam rapatnya, Dewan Eksekutif IOC menyatakan keprihatinan serius terhadap pembatasan akses atlet ke negara-negara tuan rumah, serta pemboikotan dan pembatalan kompetisi yang terjadi akibat ketegangan politik.

“Tindakan-tindakan ini merampas hak atlet untuk berkompetisi secara damai dan mencegah Gerakan Olimpiade menunjukkan kekuatan olahraga,” demikian deklarasi Dewan Eksekutif IOC dalam rilis resminya, dikutip Kamis (23/10).

IOC menyoroti posisi mereka yang menegaskan bahwa semua atlet, tim, dan ofisial olahraga yang memenuhi syarat harus dapat berpartisipasi dalam kompetisi dan acara olahraga internasional tanpa diskriminasi dalam bentuk apa pun oleh negara tuan rumah. Hal ini sesuai dengan Piagam Olimpiade serta prinsip-prinsip dasar non-diskriminasi, otonomi, dan netralitas politik yang mengatur Gerakan Olimpiade.

Selain itu, Komite Eksekutif IOC juga menyepakati sejumlah hal untuk menghindari situasi serupa terjadi lagi di masa mendatang. Beberapa poin penting telah diputuskan.

“Mengakhiri segala bentuk dialog dengan Komite Olimpiade Nasional Indonesia (NOC) mengenai penyelenggaraan Olimpiade, Olimpiade Remaja, ajang Olimpiade, atau konferensi di masa mendatang hingga pemerintah Indonesia memberikan jaminan yang memadai kepada IOC bahwa mereka akan mengizinkan akses ke Indonesia bagi semua peserta, tanpa memandang kewarganegaraan,” tulis laporan IOC.

Penangguhan Indonesia sebagai tuan rumah event olahraga di bawah IOC ini akan berlaku selama tidak ada jaminan tertulis untuk akses bagi seluruh atlet.

“Termasuk pertemuan olahraga internasional hingga pemerintah Indonesia memberikan jaminan yang memadai kepada Federasi Internasional bahwa mereka akan mengizinkan akses ke Indonesia bagi semua peserta, tanpa memandang kewarganegaraan,” terang IOC.

IOC juga memanggil Komite Olimpiade Indonesia (KOI/NOC Indonesia) dan Federasi Senam Internasional (FIG) untuk datang ke kantor pusat IOC di Lausanne, Swiss. Pertemuan ini bertujuan membahas persoalan yang terjadi menjelang Kejuaraan Dunia Senam Artistik FIG ke-53.

“Meminta NOC Indonesia dan Federasi Senam Internasional (FIG) untuk datang ke kantor pusat IOC di Lausanne guna membahas situasi yang terjadi menjelang Kejuaraan Dunia Senam Artistik FIG ke-53,” jelas IOC.

Komite Eksekutif IOC menggunakan kesempatan ini untuk mengingatkan seluruh pemangku kepentingan Gerakan Olimpiade tentang pentingnya akses bebas dan tanpa batas ke negara masing-masing bagi semua peserta untuk menghadiri kompetisi internasional tanpa batasan.