Fenesia – 25 September 2020, diperingati sebagai hari farmasi se dunia.
Apa Itu Farmasi?
Farmasi merupakan salah satu bidang keprofesian dalam tenaga kesehatan yang merupakan kombinasi antara ilmu kesehatan dan juga ilmu kimia.
Profesi itu bertanggung jawab untuk memastikan efektivitas dan keamanan penggunaan obat tersebut, akan digunakan oleh dokter untuk menyembuhkan berbagai penyakit dan membantu menyehatkan kembali pasien yang datang ke dokter.
Sejarah Singkat
Hari Farmasi atau Hari Apoteker Sedunia sebenarnya menjadi salah satu sejarah di mana terbentuknya Persatuan Ahli Farmasi Indonesia atau disingkat sebagai PAFI, yang dibentuk pada tanggal 13 Februari 1946 oleh Bapak Zainal Abidin. Ia berhasil diangkat menjadi Ketua PAFI pada masa tersebut. Hal ini berkaitan dengan jasanya yang dilakukan di Hotel Merdeka Yogyakarta.
Pada tanggal 13 Februari 1946 berdiri organisasi Farmasi pertama dan tertua yang ada di Indonesia. Dengan disingkat sebagai PAFI atau Persatuan Ahli Farmasi Indonesia organisasi ini, bertugas untuk mewadahi profesi asisten apoteker atau AA, ataupun tenaga teknis kefarmasian atau biasa disebut dengan TTK. Mengapa PAFI termasuk organisasi farmasi tertua? Hal ini berkaitan dengan pada masa kolonial Belanda pada saat itu.
Di mana Ikatan Apoteker Indonesia atau IAI memang belum dibentuk, karena hanya pendidikan asisten apoteker yang dapat menjalankannya. Bahkan rintisan harus dididik langsung dari negeri Belanda. Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia (ISFI) baru hadir pada 15 Septemer 1965, yang sebenarnya telah hadir dengan nama IAI yang berdiri pada 18 Juni 1955.
ISFI kemudian kembali menjadi IAI pada Kongres XVIII ISFI di Jakarta. PAFI atau Persatuan Ahli Farmasi Indonesia yang sekarang ini disebut Tenaga Teknis Kefarmasian (TTK) didirikan di Hotel Merdeka Jogyakarta dengan Ketua PAFI Pertama yakni, Zainal Abidin.
Rencana PP IAI Dalam Memperingati Secara Nasional
- Pemasangan twibbon di media sosial
- Kompetisi video edukasi masyarakat antar PC IAI
- Kampanye DAGUSIBU dimana Apoteker menjadi “Guru Tamu” di SMA/K atau yang
sederajat (secara virtual) dengan tema “Kehati-hatian menyikapi peredaran informasi
dan obat secara online” - Webinar
- Apoteker Berbagi Ilmu untuk Masyarakat Umum bersama PKK seluruh Indonesia.













