Jakarta – Koordinator Front Pemuda Indonesia Raya (FPIR), Fauzan Ohorella, mengapresiasi ketegasan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Kapolri menolak wacana pembentukan kementerian polisi. Ia memilih Polri tetap di bawah Presiden.
Fauzan menilai keputusan Kapolri mencerminkan komitmen kuat terhadap konstitusi. Hal itu juga menjaga sistem ketatanegaraan.
“Kami menilai sikap Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sangat tepat dan visioner,” kata Fauzan, Selasa, 27 Januari 2026.
Fauzan menilai kementerian polisi berpotensi menambah rumit birokrasi. Selain itu, membuka intervensi politik ke Polri.
Padahal, Polri sedang menjalankan transformasi kelembagaan melalui program Presisi. Program itu menekankan profesionalitas, transparansi, dan pelayanan publik.
“Keputusan Kapolri menolak wacana kementerian polisi adalah langkah strategis menjaga marwah dan independensi Polri,” tegasnya.
FPIR menilai Kapolri konsisten mempertahankan posisi Polri di bawah Presiden. Hal itu menunjukkan keberpihakan pada rakyat.
“Ini adalah sinyal kuat bahwa Polri ingin tetap berada di jalur reformasi dan transformasi,” tutur Fauzan.
Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan menolak wacana Polri di bawah kementerian.
Hal itu disampaikan saat rapat kerja dengan Komisi III DPR RI di Senayan, Jakarta Pusat, Senin, 26 Januari 2026.
“Saya tegaskan menolak polisi di bawah kementerian. Kalaupun saya jadi Menteri Kepolisian, saya lebih baik jadi petani saja,” kata Sigit.














