FeedSport

Evaluasi: Faktor-faktor Penyebab Kegagalan Timnas U-23 di SEA Games 2025

165
×

Evaluasi: Faktor-faktor Penyebab Kegagalan Timnas U-23 di SEA Games 2025

Sebarkan artikel ini
4be71ac5ab96c863c060848f55011672.jpg
4be71ac5ab96c863c060848f55011672.jpg

Chiang Mai – Timnas U-23 Indonesia secara mengejutkan gagal melaju ke semifinal SEA Games 2025, setelah tersingkir di fase grup C. Kemenangan 3-1 atas Myanmar pada laga terakhir yang berlangsung di Stadion 700th Anniversary, Jumat (12/12/2025), tidak cukup menyelamatkan langkah Garuda Muda dari eliminasi. Kegagalan ini disebut-sebut berakar dari kekalahan tak terduga di pertandingan pembuka.

Pasukan Indra Sjafri harus menelan pil pahit karena kalah selisih gol dari Malaysia, yang menempati posisi runner-up terbaik. Indonesia terpaut tiga gol dari Harimau Malaya, yang mengoleksi tiga poin dengan empat gol dan tiga kali kebobolan setelah menundukkan Laos 4-1 dan takluk 0-2 dari Vietnam.

Legenda timnas, Aji Santoso, menyoroti kekalahan pada laga pembuka melawan Filipina, 8 Desember lalu, sebagai kunci kegagalan ini. “Memang disayangkan. Kunci lolos itu ada di pertandingan pertama,” ujar Aji melalui pesan singkat pada Sabtu (13/12/2025).

Aji menilai skuad Garuda Muda tampil terlalu percaya diri menghadapi Filipina, tim yang di atas kertas dianggap lebih lemah. Sikap ini, menurut peraih emas SEA Games 1991 tersebut, justru menjadi bumerang bagi tim.

Materi pemain Indonesia sejatinya lebih baik dibandingkan dua lawan awal mereka, bahkan rekor pertemuan Garuda Muda selalu unggul atas Filipina. Namun sepak bola, kata pelatih PSPS Pekanbaru itu, selalu menyimpan kejutan. “Ini tamparan untuk sepak bola Indonesia. Baru saja dapat emas, sekarang tidak lolos grup.”

Dalam laga kontra Myanmar, Indonesia sempat tertinggal pada menit ke-29 meskipun tampil agresif sejak awal dan menciptakan banyak peluang. Toni Firmansyah berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-45. Dua gol Jens Raven di babak kedua menutup laga dengan skor 3-1—kemenangan yang, sayangnya, tetap tidak mampu mengubah nasib tim.

Aji Santoso menegaskan bahwa Indonesia belum bisa disebut raja sepak bola Asia Tenggara. Ia berharap evaluasi menyeluruh segera dilakukan tanpa menurunkan ambisi. “Tidak boleh stagnan. Segera evaluasi di mana letak masalah sehingga ke depan lebih baik,” pungkas mantan bek kiri era 1990-an tersebut.

irwansyah
FeedSport

Ringkasan Berita: Irwansyah kembali menjadi sorotan berkat kesuksesannya menangani para pemain tunggal India Pekan lalu, pelatih asal Indonesia itu berhasil membawa PV Sindhu menjuarai Japan Open 2026 Super 750 Terbaru, ia mendampingi Ayush Shetty saat mengalahkan Alwi Farhan di babak 32 besar China Open 2026 Super 1000 TRIBUNNEWS.COM – Pelatih bulu tangkis Indonesia, Irwansyah, kembali menjadi sorotan setelah sukses menunjukkan kualitas…

sikat-fluminense,-chelsea-masuk-final-piala-dunia-antarklub-2025
FeedSport

Ringkasan Berita: Chelsea dekati Morgan Rogers. Winger Aston Villa itu dikabarkan segera bergabung ke Stamford Bridge pada bursa transfer musim panas 2026. Lanjutkan pola transfer. Jika resmi direkrut, Rogers menjadi jebolan akademi Manchester City kelima yang diboyong Chelsea setelah Cole Palmer, Romeo Lavia, Liam Delap, dan Jamie Gittens. Chelsea ubah strategi. The Blues kini tak hanya memburu talenta muda, tetapi juga pemain yang siap memberi…