Jakarta – Pemerintah dan TNI didesak mengevaluasi total pengiriman pasukan dalam misi perdamaian dunia di Lebanon (UNIFIL).
Desakan ini muncul setelah dua prajurit TNI gugur akibat serangan Israel.
Wakil Ketua Komisi I DPR, Dave Laksono, menyampaikan desakan evaluasi tersebut.
Ini menyusul insiden dua prajurit TNI yang kembali gugur akibat serangan Israel, sehari setelah Praka Farizal Romadhon juga tewas.
“Saya terus menyampaikan untuk dilakukan evaluasi mendalam, evaluasi ulang akan keberadaan prajurit kita di sana,” ujar Dave di kompleks parlemen, Selasa (31/3).
Dave menyebut TNI seharusnya melakukan rotasi penempatan prajurit per Mei.
Ia menyarankan agar TNI mengurangi jumlah pasukan atau mengubah strategi operasi menjadi hanya di area markas.
“Apakah itu mereka perlahan dikurangi jumlahnya, atau operasinya itu diubah menjadi tetap berada di dalam markas, atau bagaimana,” ujarnya.
Meski demikian, Dave menyerahkan keputusan pada Mabes TNI dan Kemenhan.
Ia menekankan keselamatan prajurit UNIFIL harus menjadi prioritas.
“Nah, kalau memang perang masih berkecamuk antara Hizbullah dengan Israel dan jelas ini bukan hanya membahayakan dan telah menewaskan prajurit kita, ya harus ada ketegasan eh baik dari PBB itu sendiri, atau juga dari Mabes TNI,” katanya.
Tiga prajurit TNI yang tergabung dalam UNIFIL gugur.
UNIFIL menyatakan dua prajurit TNI gugur pada Senin (30/3) akibat ledakan dari sumber yang belum diketahui.
Praka Farizal Rhomadhon tewas akibat ledakan proyektil di dekat pos Indonesia di desa Adchit Al Qusayr pada Minggu (29/3).
Kementerian Luar Negeri RI melalui media sosial X menegaskan serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian PBB ini tidak dapat diterima.
Indonesia menilai serangan ini mencerminkan situasi keamanan yang memburuk di Lebanon Selatan.
“Indonesia terus mengutuk keras serangan Israel di Lebanon selatan, yang secara signifikan meningkatkan risiko yang dihadapi oleh peacekeepers PBB serta melemahkan pelaksanaan mandat UNIFIL sebagaimana diatur dalam Resolusi Dewan Keamanan 1701 (2006),” ujar Kemlu RI.







