Jakarta – Polisi kembali menetapkan Hamid alias Boy sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO). Boy adalah seorang bandar narkoba.
Boy diduga menyetor uang haram ke mantan Kapolres Bima Kota, AKBP Didik Putra Kuncoro.
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso mengungkap hal ini. Boy, kelahiran Bima, 31 Desember 1977, diduga memberi uang pengamanan Rp1,8 miliar ke Didik.
Uang itu disalurkan melalui mantan Kasat Narkoba Polres Bima Kota, AKP Maulangi.
Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) menerbitkan DPO ini bersamaan dengan Satriawan alias Awan. Awan adalah kurir sabu seberat satu kilogram. Ia bagian dari jaringan bandar narkoba Erwin Iskandar alias Ko Erwin.
“DPO atas nama Hamid alias Boy dan DPO atas nama Satriawan alias Awan, saat ini dilakukan pencarian dan pengejaran bersama,” kata Eko dalam keterangan tertulis, Minggu (1/3). Petugas Dittipidnarkoba Bareskrim Polri dan Ditresnarkoba Polda NTB memburu keduanya.
Identitas Boy terungkap setelah pemeriksaan terhadap tersangka Maulangi.
Maulangi mengaku menerima uang dari Boy sebesar Rp1,8 miliar pada periode Juni hingga November 2025.
“Sebagai bentuk uang atensi, yang kemudian diserahkan kepada eks Kapolres Bima Kota AKBP Didik Putra Kuncoro,” kata Eko. Penyerahan dilakukan di Uma Lengge (rumah khas Bima) yang berada di lingkungan Mapolres Bima Kota.
Dalam surat Nomor: DPO/26/II/2026/Ditresnarkoba, Boy memiliki ciri-ciri khusus. Tinggi badan sekitar 171 cm, badan gemuk, rambut hitam bergelombang, kulit sawo matang, mata bulat, muka lonjong, alis tebal.
Sementara itu, Satrawan, dalam surat Nomor: DPO/24/II/2026 Ditresnarkoba, memiliki ciri-ciri: tinggi badan 160 cm, gigi atas ompong satu di depan, kulit putih, rambut pendek uban agak botak, dan luka besar di kaki.
Bareskrim juga menerbitkan DPO terhadap Ko Andre alias ‘The Doctor’. Ia diduga membantu rencana pelarian bandar narkoba Koh Erwin ke Malaysia melalui jalur laut ilegal.
Eko menambahkan bahwa Andre juga memiliki jaringan di Riau. Ia sering mengedarkan narkoba berupa sabu, happy water, hingga vape etomidate.
Andre juga disebut sebagai bandar yang memasok Cartridge Vape dengan kadar Etomidate bermerek Ferarri dan Lamborgini.
“Dikirim jalur laut dari Malaysia melewati Dumai, Riau. Sedangkan untuk Narkotika jenis Sabu pengirimannya kebanyakan menggunakan kargo, di packing di masukan ke dalam boneka dan dibungkus dalam kotak kado,” pungkasnya.














