Berita

BNN Tangkap Buronan Interpol di Kamboja, Terlibat Penyelundupan 2 Ton Sabu

95
×

BNN Tangkap Buronan Interpol di Kamboja, Terlibat Penyelundupan 2 Ton Sabu

Sebarkan artikel ini
10cf393dad37fbd36b9ca54e146dbf99.jpg
10cf393dad37fbd36b9ca54e146dbf99.jpg

Kamboja – Buronan Interpol Dewi Astutik, yang teridentifikasi terlibat dalam upaya penyelundupan 2 ton sabu dan beberapa kasus narkoba besar sepanjang tahun 2024, berhasil ditangkap di Sihanoukville, Kamboja. Penangkapan ini adalah puncak dari operasi senyap lintas negara yang melibatkan Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia, Kepolisian Kamboja, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Phnom Penh, Atase Pertahanan Indonesia di Kamboja, serta Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI.

BNN melalui keterangan resminya menjelaskan bahwa penangkapan Dewi Astutik dilakukan di wilayah Sihanoukville. Operasi ini dipimpin langsung oleh Direktur Penindakan dan Pengejaran BNN, Roy Hardi Siahaan, sebagai tindak lanjut perintah Kepala BNN RI, Suyudi Ario Seto, untuk membentuk tim khusus pengejaran internasional.

Dalam pelaksanaannya, BAIS TNI memainkan peran krusial dalam pemetaan pergerakan lintas negara dan koordinasi regional. Sementara itu, proses diplomasi serta pemenuhan legalitas pemindahan tersangka difasilitasi oleh Duta Besar Indonesia untuk Kamboja, Santo Darmosumarto, bersama jajaran KBRI Phnom Penh.

Kerja sama erat juga terjalin dengan Wakil Kepala Kepolisian Nasional Kamboja, Chuon Narin, beserta jajarannya yang mendukung penuh proses penangkapan dan pengamanan di lapangan. Dewi Astutik sendiri, selain buronan Interpol, juga terdaftar sebagai buronan Korea Selatan.

Ia diamankan saat menuju lobi sebuah hotel di Sihanoukville melalui operasi yang berlangsung cepat, presisi, dan tanpa menimbulkan gangguan publik. Setelah berhasil ditangkap, Dewi Astutik segera dibawa ke Phnom Penh untuk proses verifikasi identitas dan penyerahan resmi antarotoritas.

Pemeriksaan intensif terhadap Dewi Astutik akan dilakukan di Indonesia guna membongkar alur pendanaan, logistik, serta pihak-pihak yang terlibat dalam jaringan internasionalnya. Jejaring yang dipimpin Dewi Astutik diketahui aktif dalam distribusi berbagai jenis narkotika, meliputi kokain, sabu, dan ketamin, dengan area operasi di sejumlah negara Asia Timur dan Asia Tenggara.

BNN menegaskan bahwa penindakan ini tidak akan berhenti pada penangkapan Dewi Astutik saja. Operasi akan terus berlanjut untuk membongkar seluruh struktur jaringan yang selama ini beroperasi secara masif dan terorganisir.