Berita

BMKG Ingatkan Jawa Timur Siaga Hadapi Cuaca Ekstrem Hingga Februari

78
×

BMKG Ingatkan Jawa Timur Siaga Hadapi Cuaca Ekstrem Hingga Februari

Sebarkan artikel ini
sejumlah-wilayah-jatim-diminta-siaga-cuaca-ekstrem-hingga-10-februari
sejumlah wilayah jatim diminta siaga cuaca ekstrem hingga 10 februari

Sidoarjo – BMKG Juanda mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem yang berpotensi melanda Jawa Timur hingga 10 Februari 2026. Masyarakat diimbau waspada bencana hidrometeorologi.

Kepala BMKG Juanda, Taufiq Hermawan, menyebut cuaca ekstrem berpotensi memicu hujan lebat, banjir bandang, tanah longsor, hingga hujan es.

“Waspadai potensi cuaca ekstrem di beberapa wilayah Jawa Timur,” ujarnya.

Wilayah yang berpotensi terdampak:

* Kabupaten Pacitan
* Kabupaten Ponorogo
* Kabupaten Trenggalek
* Kabupaten Tulungagung
* Kabupaten Blitar
* Kabupaten Kediri
* Kabupaten Malang
* Kabupaten Lumajang
* Kabupaten Jember
* Kabupaten Banyuwangi
* Kabupaten Bondowoso
* Kabupaten Situbondo
* Kabupaten Probolinggo
* Kabupaten Pasuruan
* Kabupaten Sidoarjo
* Kabupaten Mojokerto
* Kabupaten Jombang
* Kabupaten Nganjuk
* Kabupaten Madiun
* Kabupaten Magetan
* Kabupaten Ngawi
* Kabupaten Bojonegoro
* Kabupaten Tuban
* Kabupaten Lamongan
* Kabupaten Gresik
* Kabupaten Bangkalan
* Kabupaten Sampang
* Kabupaten Pamekasan
* Kabupaten Sumenep
* Kota Kediri
* Kota Blitar
* Kota Malang
* Kota Probolinggo
* Kota Pasuruan
* Kota Mojokerto
* Kota Madiun
* Kota Surabaya
* Kota Batu

Peningkatan cuaca ekstrem dipicu Monsun Asia, gelombang atmosfer Low Frequency, Rossby, dan Kelvin.

“Potensi cuaca ekstrem ini merupakan dampak aktifnya Monsun Asia,” kata Taufiq.

Suhu muka laut di Selat Madura yang hangat dan atmosfer labil mempercepat pertumbuhan awan konvektif.

BMKG mencatat anomali kecepatan angin dan pola pertemuan angin di Jatim.

Jawa Timur saat ini berada di puncak musim hujan. Kondisi ini berpengaruh pada aktivitas warga.

Masyarakat di daerah perbukitan diimbau waspada longsor dan banjir bandang.

“Wilayah dengan topografi curam diharapkan lebih waspada,” imbau Taufiq.

Masyarakat diminta memantau informasi cuaca melalui radar cuaca WOFI dan laman BMKG.