Berita

BMKG: Alat Deteksi Tsunami di Sulut-Malut Bekerja Efektif, Sampaikan Informasi Kurang dari 3 Menit

58
×

BMKG: Alat Deteksi Tsunami di Sulut-Malut Bekerja Efektif, Sampaikan Informasi Kurang dari 3 Menit

Sebarkan artikel ini
bmkg:-alat-pendeteksi-tsunami-di-sulut-malut-bekerja-efektif,-sampaikan-informasi-kurang-dari-3-menit
bmkg: alat pendeteksi tsunami di sulut malut bekerja efektif, sampaikan informasi kurang dari 3 menit

Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan sembilan alat deteksi tsunami di Maluku Utara (Malut) dan Sulawesi Utara (Sulut) berfungsi baik.

Alat-alat ini memantau dampak lanjutan gempa 7,6 magnitudo yang terjadi Kamis pagi.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menyatakan sistem peringatan dini multi-bencana bekerja efektif.

Hal ini disampaikannya dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (2/4/2026).

Sistem peringatan dini tsunami berjalan sesuai prosedur sejak gempa terjadi.

Informasi awal gempa dan potensi tsunami disampaikan kurang dari tiga menit setelah kejadian.

Peringatan dini kedua dikeluarkan delapan menit kemudian.

Peringatan tsunami diakhiri dua jam setelah estimasi waktu tiba (ETA) gelombang pertama.

Enam dari sembilan alat pengukur pasang surut (tide gauge) milik BMKG.

Tiga lainnya milik Badan Informasi Geospasial (BIG).

Ketinggian gelombang tsunami berkisar 0,25 hingga 0,75 meter.

Ketinggian dapat meningkat di beberapa lokasi karena kondisi geografis Malut dan Sulut yang kompleks.

Pemerintah mengandalkan peralatan sensorik untuk mengurangi risiko dampak bencana.

Gempa tektonik terjadi pukul 05.48 WIB dengan kedalaman 33 kilometer.

Gempa dangkal akibat aktivitas sesar naik ini berpotensi memicu tsunami.

BMKG mencatat 93 gempa susulan hingga pukul 12.00 WIB.

Magnitudo gempa susulan mencapai 5,5 – 6.

Potensi gempa susulan diperkirakan berlangsung satu hingga dua pekan ke depan.

Hal ini tergantung pada dinamika aktivitas seismik di wilayah tersebut.

“Pemantauan akan terus dilakukan karena aktivitas gempa susulan masih cukup tinggi,” ungkapnya.

Koordinasi yang baik diharapkan dapat menekan dampak korban jiwa dan kerusakan.