BeritaEcozone

BFI Finance Pacu Pertumbuhan Aset dan Pembiayaan Baru di 2025

85
×

BFI Finance Pacu Pertumbuhan Aset dan Pembiayaan Baru di 2025

Sebarkan artikel ini
pembiayaan-baru-bfi-finance-naik-9,3-persen-yoy,-aset-tembus-rp-25,5-triliun
pembiayaan baru bfi finance naik 9,3 persen yoy, aset tembus rp 25,5 triliun

Jakarta – Industri pembiayaan di tahun 2025 menghadapi tantangan perubahan perilaku daya beli dan peningkatan sensitivitas risiko.

PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFI Finance) merespons dengan memperkuat kualitas portofolio dan ketahanan operasional.

Hasilnya, total aset 2025 tumbuh 1,4 persen menjadi Rp 25,5 triliun.

Piutang dikelola naik 8,9 persen (yoy) mencapai Rp 26,3 triliun.

Pembiayaan baru tercatat Rp 21,9 triliun, naik 9,3 persen dibandingkan 2024.

“Kami dapat membuktikan resiliensi bisnis dengan permodalan yang solid,” kata Presiden Direktur BFI Finance Sutadi, Jumat (6/3/2026).

BFI Finance mendukung aktivitas ekonomi dari individu hingga bisnis besar.

Hingga Desember 2025, piutang dikelola didominasi pembiayaan produktif, modal kerja 57,3 persen dan investasi 17,6 persen.

Pembiayaan multiguna 22,0 persen dan pembiayaan syariah 3,1 persen.

Total pendapatan BFI Finance sepanjang 2025 mencapai Rp 6,7 triliun, naik 6,5 persen dibandingkan 2024.

Profitabilitas stabil sebesar 1,0 persen (yoy), menjadi Rp 1,581 triliun.

Perusahaan mampu mengelola risiko dengan baik.

NPF per 31 Desember 2025 berada di level bruto 1,39 persen dan neto 0,22 persen.

Angka ini lebih rendah dari rata-rata industri.

“Melalui pengelolaan manajemen risiko yang cermat, BFI Finance mampu mempertahankan stabilitas kinerja,” imbuh Sutadi.

Return on Asset (ROA) dan Return on Equity (ROE) masing-masing tercatat 7,9 persen dan 14,8 persen.

Gearing ratio terpantau 1,3 kali.

Pada 2025, perusahaan membagikan dividen total Rp 902 miliar untuk tahun buku 2024.

Dividen tunai interim untuk tahun buku 2025 pada 18 Desember sebesar Rp 35,00 per lembar saham atau setara Rp 520 miliar.