Jakarta – Pemerintah mengklaim berhasil mengamankan potensi kebocoran Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga Rp300 triliun.

Pengamanan potensi kebocoran ini terjadi dalam satu tahun pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.

Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari menyebut penghematan ini sebagai fondasi penting pemerintahan yang transparan dan berorientasi publik.

“Rp300 triliun itu bukan angka kecil. Ini wujud nyata reformasi fiskal sistematis,” kata Qodari dalam Forum Merdeka Barat 9, Jumat (24/10/2025).

Efisiensi ini, lanjut Qodari, didapatkan melalui reformasi tata kelola fiskal dan birokrasi.

Dana hasil efisiensi dialokasikan untuk program prioritas.

Program prioritas tersebut antara lain Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Cek Kesehatan Gratis (CKG).

Program MBG telah menjangkau hampir 40 juta penerima dan ditargetkan 45 juta pada akhir 2025.

“Brasil mencapai 40 juta penerima dalam 11 tahun, kita kurang dari satu tahun. Ini prestasi luar biasa,” ujar Qodari.

Program MBG menyasar anak-anak, ibu hamil, dan ibu menyusui.

Sekitar 32 ribu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menyalurkan 1,4 juta porsi makanan setiap hari.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memperkirakan program ini dapat mengatasi 50 persen masalah kesehatan masyarakat jika konsisten dijalankan.

Program CKG juga mulai diterapkan untuk pemeriksaan tahunan gratis.

“Misalnya, jika diabetes meningkat, pemerintah bisa segera menambah dokter spesialis, atau memberlakukan cukai minuman berpemanis,” pungkas Qodari.

Terpisah, Chief Operation Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria memastikan pihaknya akan mengutus tim negosiator ke China.

Tim tersebut akan membahas penyelesaian utang Kereta Cepat.

83175 mtwzykyk00gmmtal3n5kvxmf79fnutdz

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *