Gayo Lues – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI membangun kembali meunasah yang rusak akibat banjir dan longsor di Manyang Cut, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh.

Pembangunan ini bertujuan memulihkan aktivitas keagamaan masyarakat yang terdampak bencana.

Pimpinan Baznas RI, Saidah Sakwan, mengatakan pembangunan meunasah darurat ini penting agar warga tetap memiliki tempat ibadah.

“Meunasah ini sangat penting bagi warga Aceh,” ujarnya, Rabu.

Menurut Saidah, pembangunan meunasah darurat adalah respons cepat Baznas dalam membantu masyarakat yang terkena bencana.

Bantuan yang diberikan tidak hanya berupa kebutuhan fisik, tetapi juga kebutuhan spiritual dan sosial.

Pembangunan meunasah darurat ini dilakukan Baznas RI bekerja sama dengan Baznas daerah dan melibatkan masyarakat setempat.

Saidah memastikan pihaknya akan terus memantau perkembangan kondisi masyarakat yang terdampak.

Baznas juga menyiapkan program lanjutan untuk mendukung rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana, termasuk di Pidie Jaya.

“Baznas akan terus berupaya memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat, terutama yang sedang tertimpa musibah,” katanya.

Selain pembangunan meunasah, Baznas RI juga menyalurkan bantuan kemanusiaan lain bagi korban banjir dan longsor di Pidie Jaya.

Bantuan tersebut meliputi pangan, layanan kesehatan, hingga dukungan psikososial.

“Layanan dapur umum, penyediaan sumur bor dan mesin air, dukungan psikososial, paket kebersihan (hygiene kit), MCK darurat, perlengkapan ibadah, hingga bantuan perlengkapan sekolah turut diberikan,” tutur Saidah.

Sebagai informasi, meunasah adalah lembaga pendidikan Islam tradisional tingkat dasar sekaligus pusat kegiatan kemasyarakatan dan ibadah di tingkat desa di Aceh.

83175 mtwzykyk00gmmtal3n5kvxmf79fnutdz

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *