Solok – Banjir bandang menerjang Kota Solok, Sumatera Barat, Rabu (26/11/2025), mengakibatkan seorang balita tewas dan ribuan warga terpaksa mengungsi. Pemerintah Kota Solok langsung menetapkan status tanggap darurat.
Hujan deras yang mengguyur sejak Rabu memicu meluapnya Sungai Batang Lembang dan Batang Gawan.
BPBD Kota Solok melaporkan, korban jiwa adalah Alfahira Dwi Permata (3), warga Kelurahan Tanah Garam, yang meninggal akibat tertimpa pohon tumbang.
Banjir berdampak pada 9.375 jiwa atau 2.978 keluarga di dua kecamatan, yaitu Tanjung Harapan dan Lubuk Sikarah.
Kelurahan Koto Panjang, Kampai Tabu Karambia, IX Korong, Aro IV Korong, Sinapa Piliang, VI Suku, Tanah Garam, dan Nan Balimo menjadi kawasan yang paling parah terdampak.
Sebanyak 2.233 rumah warga terendam banjir. Selain itu, enam masjid dan sepuluh musholla juga ikut terdampak.
Sejumlah fasilitas umum dan infrastruktur, termasuk beberapa sekolah dasar, SMP, dan taman kanak-kanak, mengalami kerusakan.
BPBD Kota Solok terus memantau titik-titik rawan banjir dan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk penanganan darurat.
Wali Kota Solok, Ramadhani Kirana Putra, menginstruksikan seluruh ASN di bawah usia 40 tahun untuk terjun langsung membantu penyaluran bantuan kepada korban banjir.
“Situasi banjir kali ini berbeda dari sebelumnya, sangat dahsyat karena meluapnya Batang Gawan dan Sungai Batang Lembang,” kata Ramadhani.
Pemko Solok mengerahkan seluruh sumber daya untuk penanganan darurat, mulai dari pendataan, evakuasi, hingga distribusi logistik.
Ramadhani mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat curah hujan masih tinggi.







