Ecozone

AUM Reksa Dana MAMI Naik, Rp8,3 Triliun Masuk Saham

173
×

AUM Reksa Dana MAMI Naik, Rp8,3 Triliun Masuk Saham

Sebarkan artikel ini
3ce414702bb19272107c9e647d53af4c.jpg
3ce414702bb19272107c9e647d53af4c.jpg

JAKARTA – Produk investasi reksa dana saham kembali diminati pasar menyusul pemulihan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang menunjukkan rebound pada semester II tahun 2025. Kondisi ini turut mendorong pertumbuhan dana kelolaan PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) secara signifikan, melampaui rata-rata industri.

Director & Chief Investment Officer Fixed Income MAMI, Ezra Nazula, mengungkapkan bahwa meskipun terjadi outflow reksa dana saham sepanjang paruh pertama 2025 yang menahan net inflow atau penjualan bersih sebesar Rp7,4 triliun, kinerja mulai pulih di semester kedua.

Dana kelolaan reksa dana saham MAMI per Juli 2025 mencapai Rp8,3 triliun, naik 17,5% dan menjadikannya yang terbesar di industri. Sejak awal tahun, dana kelolaan MAMI telah tumbuh 9,7%, mengungguli pertumbuhan industri yang sebesar 6,5%.

Secara keseluruhan, total asset under management (AUM) yang dikelola MAMI hingga Juli 2025 mencapai Rp104,3 triliun, dengan pangsa pasar 12,1%. Dari jumlah tersebut, AUM reksa dana saja mencapai Rp47,3 triliun, menegaskan posisi MAMI sebagai manajer investasi terbesar di industri saat ini.

Chief Investment Officer Equity MAMI, Samuel Kesuma, menambahkan bahwa pengelolaan AUM selalu mengedepankan inovasi berbasis kebutuhan investor.

MAMI menawarkan beragam strategi reksa dana saham, mulai dari yang berfokus pada saham-saham berkapitalisasi besar dan kecil, syariah, hingga investasi di pasar domestik maupun internasional dari berbagai kawasan. Perusahaan juga menyediakan reksa dana saham syariah global yang memberikan pembagian hasil investasi atau dividen, serta reksa dana saham berfokus pada ESG (Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola).

Portofolio reksa dana saham MAMI difokuskan pada sektor dengan orientasi usaha di pasar domestik yang memiliki fundamental baik dan potensi pendapatan (earnings) yang atraktif. Untuk menyambut momentum IHSG yang bullish, MAMI menyortir saham-saham menggunakan pendekatan fundamental berbasis riset dengan proses investasi yang sistematis.

MAMI menerapkan kerangka analisa GCMV (Growth, Cashflow, Management, and Valuation) sebagai basis dalam pemilihan saham. Sektor finansial dan konsumer dinilai memiliki potensi paling menarik.