Bekasi – Euforia Lebaran 2026 telah usai, namun tuntutan ekonomi pasca-hari raya semakin terasa. THR menjadi oase di tengah kondisi ekonomi yang sulit.
Bagaimana cara bijak mengelola sisa Lebaran ini? Pakar keuangan Aryo Pratomo memberikan strategi cerdas.
Menurut Aryo, pisahkan “dana darurat” dan “dana konsumtif”. THR anak bisa jadi tabungan pendidikan atau investasi masa depan.
“Kuncinya adalah disiplin diri,” kata Aryo. Jangan biarkan THR habis untuk gaya hidup yang melonjak saat Lebaran.
Aryo menyarankan skema 40-30-20-10 bagi yang merasa kondisi ekonomi sulit:
* 40% untuk kebutuhan pokok pasca-mudik.
* 30% untuk cicilan atau hutang akibat Lebaran.
* 20% sebagai dana cadangan (investasi).
* 10% untuk sedekah.
Mensiasati ekonomi bukan hanya tugas kepala keluarga. Transparansi dengan pasangan penting.
Ajarkan anak menabung sebagian THR untuk mengenalkan literasi keuangan sejak dini.
Pengelolaan keuangan yang rapi adalah “pertahanan” terbaik. Kemenangan Lebaran adalah kemampuan bertahan dan stabil setelahnya.







