Jakarta – Antrean panjang kendaraan pemudik menuju Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali, dipastikan terurai pada Rabu (H-3 Lebaran 2026). Lalu lintas yang sempat padat kini berangsur terkendali.
Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub, Aan Suhanan, menyatakan pukul 16.00 Wita tidak ada lagi antrean kendaraan menuju pelabuhan.
“Alhamdulillah pada hari ini tepat pukul 16.00 Wita, sudah tidak ada lagi antrean kendaraan menuju Pelabuhan Gilimanuk, dan semuanya sudah terkendali serta masuk ke area zona penyangga,” ujarnya di Banyuwangi, Rabu.
Arus lalu lintas di jalan raya Denpasar–Gilimanuk juga telah normal. Petugas menarik kendaraan dari buffer zone ke area pelabuhan secara bertahap.
Penguraian antrean berkat strategi operasional intensif, termasuk pola tiba bongkar berangkat (TBB) pada sebagian besar kapal feri. Dari 40 kapal di lintasan Ketapang–Gilimanuk, 34 unit menerapkan pola TBB.
Kapal yang tiba hanya membongkar muatan tanpa memuat kendaraan baru, lalu segera kembali berlayar. Kebijakan ini mempercepat pengosongan antrean kendaraan di sisi Bali.
Aan optimistis seluruh kendaraan dan penumpang dari Gilimanuk ke Ketapang dapat terangkut sebelum penutupan sementara layanan penyeberangan saat Nyepi.
Penutupan sementara lintas penyeberangan menghormati pelaksanaan Nyepi di Bali. PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menghentikan layanan penyeberangan dari Pelabuhan Ketapang mulai Rabu (18/3) pukul 17.00 WIB dan akan dibuka kembali pada Jumat (20/3) pukul 05.00 WIB.
Dari Pelabuhan Gilimanuk, penyeberangan dihentikan mulai Kamis (19/3) pukul 05.00 Wita dan kembali beroperasi pada Jumat (20/3) pukul 06.00 Wita.
Wakil Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Yossianis Marciano, menyebut keberhasilan penguraian antrean merupakan hasil sinergi berbagai pihak.
“Penguraian antrean ini merupakan hasil kerja bersama, mulai dari optimalisasi operasional kapal, pengaturan lalu lintas, hingga pemanfaatan buffer zone secara maksimal,” ujarnya.







