Jakarta – Bank Mandiri semakin mengukuhkan posisinya sebagai pionir dalam akselerasi digitalisasi perbankan dan mendorong inklusi keuangan di Indonesia. Komitmen ini terbukti dari signifikansi transaksi non-cash ritel Bank Mandiri yang mencapai 99,2 persen melalui platform digital Livin’ by Mandiri.
Aplikasi ini tidak hanya tumbuh secara jumlah pengguna, tetapi juga membukukan volume transaksi yang melesat seiring meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat.
Menjelma sebagai solusi finansial digital pilihan, Livin’ by Mandiri telah digunakan oleh lebih dari 36,5 juta pengguna hingga 30 November 2025, mencatatkan kenaikan impresif sebesar 27,1 persen secara tahunan (YoY). Pertumbuhan ini menegaskan peran Livin’ sebagai aplikasi perbankan yang mampu memenuhi beragam kebutuhan finansial nasabah, dari transaksi harian hingga pengelolaan keuangan yang komprehensif.
Frekuensi transaksi melalui Livin’ by Mandiri juga melonjak tajam, mencapai 11,36 miliar transaksi hingga November 2025, tumbuh 21,6 persen YoY. Total nilai transaksi yang terlayani melalui aplikasi bank berkode emiten BMRI ini juga membukukan peningkatan sebesar 6,75 persen YoY, menyentuh angka Rp 14.195 triliun.
Direktur Utama Bank Mandiri, Riduan, menjelaskan bahwa pertumbuhan positif ini merupakan buah dari penguatan layanan digital yang berkelanjutan pada aplikasi Livin’ by Mandiri. “Sejalan dengan kebutuhan nasabah akan layanan yang cepat dan praktis, Bank Mandiri menghadirkan Livin’ by Mandiri sebagai solusi digital yang menyederhanakan proses transaksi agar berjalan lebih efisien dan efektif,” ujar Riduan dalam keterangan resminya, Senin (19/1/2026).
Riduan menambahkan, pengembangan fitur Livin’ by Mandiri senantiasa berorientasi pada kemudahan transaksi pengguna dan sinergi ekosistem perusahaan. Salah satu inovasi terbaru adalah fitur QRIS Tap yang memungkinkan pengguna Android melakukan transaksi tanpa memindai QR, cukup menempelkan ponsel ber-NFC ke mesin EDC atau *gate* transportasi seperti Commuter Line, MRT Jakarta, Transjakarta, LRT Jabodebek, dan Damri. Fitur pembayaran *contactless* ini telah diadopsi secara masif sejak diluncurkan pada pertengahan 2025.
Selain itu, Livin’ by Mandiri juga memperluas kapabilitas transaksi lintas negara melalui layanan QR Cross Border, termasuk QR Cross Border Jepang, yang memungkinkan nasabah bertransaksi QRIS di Jepang semudah di Indonesia. Antusiasme nasabah turut terlihat pada fitur Tabungan Multi Currency, yang memungkinkan nasabah memiliki satu rekening utama dan beberapa sub-rekening dalam berbagai mata uang asing. Teranyar, Livin’ kini mendukung Tabungan Multi Currency Korean Won (KRW) yang dapat dihubungkan ke kartu Mandiri Debit Visa untuk transaksi bebas konversi kurs di Korea Selatan.
Tidak hanya sebatas transaksi dan pengelolaan mata uang, Livin’ by Mandiri juga mencatat peningkatan minat pada fitur investasi, khususnya fitur Investasi Surat Berharga Negara (SBN) Sekunder yang diluncurkan September 2025. Fitur ini memungkinkan nasabah berinvestasi SBN dengan nilai mulai Rp 1 juta, kapan saja dan di mana saja, serta membandingkan seri dan mengakses data historis harga maupun imbal hasil. Transparansi dan fleksibilitas ini menarik bagi investor yang mencari instrumen berisiko rendah dengan potensi keuntungan menarik.
Berbagai fitur inovatif ini menegaskan komitmen Bank Mandiri untuk memperkuat ekonomi berbasis transaksi digital. “Kami berkomitmen untuk terus mendorong akselerasi digital melalui pengembangan fitur yang dirancang agar manfaat dan nilai tambahnya dapat dirasakan secara nyata oleh nasabah,” tutup Riduan, menegaskan posisi Bank Mandiri sebagai mitra strategis pemerintah dalam meningkatkan akses dan utilitas layanan bagi masyarakat.







